Rabu, 8 April 2026

Internasional

Qatar Tegaskan Pengakuan Taliban Bukan Prioritas Saat ini

Qatar menegaskan mengakui pemerintah Taliban di Afghanistan bukanlah prioritas sekarang. Qatar akan memfokuskan perhatian keterlibatan dengan

Editor: M Nur Pakar
AFP
Mutlaq Al-Qahtani, utusan khusus Menteri Luar Negeri Qatar untuk Afghanistan 

SERAMBINEWS.COM, DOHA - Qatar menegaskan mengakui pemerintah Taliban di Afghanistan bukanlah prioritas sekarang.

Qatar akan memfokuskan perhatian keterlibatan dengan pemerintahan baru dan menangani masalah-masalah kemanusiaan.

Mutlaq Al-Qahtani, utusan khusus Menteri Luar Negeri Qatar untuk Afghanistan mendesak negara-negara lain terlibat lebih dalam dengan Taliban sebagai otoritas de facto Afghanistan.

Dia mendesak gerakan Islam itu bertindak sebagai pemerintahan yang bertanggung jawab, seperti dilansir AFP, Selasa (12/10/2021).

Khususnya menghormati hak perempuan untuk bekerja. dan anak perempuan untuk bersekolah.

Baca juga: Qatar Bebaskan Tentara Afghanistan, Pembunuh Tiga Tentara Australia 2012

“Kami pikir pengakuan bukan prioritas," ujarnya.

"Apa yang menjadi prioritas saat kita berbicara sekarang adalah kemanusiaan, pendidikan dan kebebasan,” kata Qahtani di forum keamanan global di Doha.

Dia mengatakan satu-satunya jalan ke depan menawarkan kepada Taliban untuk banyak kolaborasi dan kerjasama.

Hampir dua bulan setelah mantan pemerintah yang didukung Barat runtuh, seusai Taliban menyapu Kabul.

Saat ini, pemerintahan Taliban mendorong membangun hubungan dengan negara-negara lain untuk membantu mencegah krisis ekonomi yang dahsyat.

Baca juga: Qatar Tidak Bersedia Bertanggungjawab Atas Bandara Kabul Tanpa Persetujuan Taliban

Namun Taliban masih menolak memberikan landasan bagi pendidikan anak perempuan.

Padahal, sebagai salah satu syarat untuk mendapat keuntungan positif dari keterlibatan Barat di Afghanistan.

Qatar, yang menjadi tuan rumah pembicaraan antara Taliban dan pejabat Barat dipandang sebagai salah satu negara yang memiliki pengaruh atas gerakan tersebut.

Doha menjadi tuan rumah kantor politik Taliban yang mengawasi negosiasi dengan Amerika Serikat.

Akhirnya menyebabkan penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada 31 Agustus 2021.

Qatar juga terlibat dalam memainkan peran penting evakuasi warga asing dan Afghanistan.(*)

Baca juga: Mantan Komandan Taliban Diadili di AS, Bunuh Tiga Tentara Amerika dan Culik Wartawan Pada 2008

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved