Breaking News:

Internasional

Mantan Komandan Taliban Diadili di AS, Bunuh Tiga Tentara Amerika dan Culik Wartawan Pada 2008

Seorang komandan Taliban, Afghanistan diadili di Pengadilan New York, AS. Dia menghadapi dakwaan atas penculikan dengan todongan senjata tahun 2008

Editor: M Nur Pakar
AP/Mary Altaffer/File
Teman dan keluarga menghadiri upacara kehormatan militer terhadap Sersan Kelas 1 Joseph A. McKay, selama upacara pemakaman di Nasional Long Island di Farmingdale, New York AS pada 10 Juli 2008. 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Seorang komandan Taliban, Afghanistan diadili di Pengadilan New York, AS.

Dia menghadapi dakwaan atas penculikan dengan todongan senjata tahun 2008 terhadap seorang reporter New York Times.

Termasuk seorang jurnalis lainnya dalam pembunuhan tiga tentara Amerika Serikat.

Sebuah dakwaan yang direvisi terhadap Haji Najibullah menuduhnya sebagai komandan Taliban.

Dia melakukan penyergapan fatal terhadap Matthew L. Hilton, Joseph A. McKay dan Mark Palmateer di Afghanistan, juga pada 2008.

Dokumen tersebut juga menuduh Najibullah membantu menjatuhkan sebuah helikopter militer AS dalam sebuah serangan terpisah di akhir tahun.

Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri Gerbang Bandara Kabul, Awalnya Dibebaskan Oleh Taliban dari Penjara

Seorang pengacara untuk Najibullah, yang berada dalam tahanan AS menolak untuk mengomentari tuduhan baru tersebut.

Najibullah (45) dibawa ke Amerika Serikat tahun lalu untuk menghadapi tuduhan awal termasuk penyanderaan, konspirasi dan penculikan.

Jaksa menuduh dia mengatur penculikan David Rohde, yang bekerja untuk Times, dan jurnalis Afghanistan Tahir Ludin saat akan mewawancarai seorang pemimpin Taliban.

Kedua korban melarikan diri secara dramatis dari kompleks yang dikuasai Taliban di daerah suku Pakistan lebih dari tujuh bulan setelah penculikan mereka pada 10 November 2008.

Sopir mereka, Asadullah Mangal, adalah korban penculikan ketiga dan melarikan diri beberapa minggu setelah Ludin dan Rohde.

Sebuah dakwaan untuk Najibullah ditetapkan pada 15 Oktober 2021 di pengadilan federal Manhattan.

Jika terbukti bersalah, dia menghadapi hukuman penjara seumur hidup.(*)

Baca juga: Dua Anggota Taliban Tewas Ditembak ISIS, Perintahkan Pasukan Khusus Berburu Kombatan ISIS

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved