Jumat, 12 Juni 2026

Berita Bener Meriah

Awal Oktober 2021, 6 Hektare Lahan Terbakar di Bener Meriah

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bener Meriah di awal Oktober 2021 ini semakin mengkhawatirkan

Tayang:
Penulis: Budi Fatria | Editor: Muhammad Hadi
Dok BPBD Bener Meriah
Personel pemadan kebakaran memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Senin (11/10/2021) 

“Alhamdullah bisa kita tangani bersama dengan para personel TNI/Polri yang terus membantu memadamkan api," ungkapnya.

Lanjutnya, pada hari yang sama, karhutla kembali terjadi di wilayah Kecamatan Wih Pesam. 

“Kasusnya hampir sama dengan kebakaran di Bathin Bandar Jaya yaitu lahan sudah dibabat oleh masyarakat.

"Di Kecamatan Wih Pesam lahan ilalang yang terbakar lebih kurang seluas 1/4 hektar.

Lokasi ini kita menurunkan satu armada damkar,” urai Sahdi.

Setelah itu, pihaknya kembali mendapatkan laporan karhutla di Kecamatan Pintu Rime Gayo tepatnya di Kampung Menderek.

Baca juga: Ditetapkan Tersangka, Ketua KIP Abdya Kembali Masuk Kantor 

Disini yang terbakar lahan ilalang seluas lebih kurang 2 hektare. "Kita juga menerjunkan sebanyak 3 unit armada damkar untuk memadamkan api,” pintanya.

Kata Sahdi lagi, sedang berlangsung pemadaman api di lokasi Menderek, kembali terjadi karhutla di kecamatan yang sama yaitu di Kampung Alur Gading. 

Di Alur Gading ini yang terbkar merupakan kebun kopi milik masyarakat.

“Kebun kopi yang terbakar milik warga dengan luas lebih kurang 1 hektare,” jelasnya.

Kebakaran ini sebut Sahdi sangat miris, dimana saat harga kopi lagi naik ada lahan kopi masyarakat yang terbakar.

Ia menambahkan, karhutla yang terjadi pada 11 Oktober 2021 kemarin, pihaknya menerjunkan sebanyak 9 unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil tangki air guna mendukung armada damkar.

Baca juga: Pengakuan Mucikari di Langsa, Tarif Wanita Pemuas Nafsu Pria Hingga Rp 700 Ribu, Begini Pembagiannya

“Semua armada yang ada di posko kita kerahkan kemarin, mulai dari posko Permata, Posko Bandar, posko Utama, posko Lampahan, dan posko Singah Mulo, serta posko Rakal,” ungkap Sahdi.

 “Kendala kita paling besar ya sumber air yang bisa diakses relatif terbatas, sehingga terpaksa harus mengerahkan mobil tangki air seperti di Kecamatan Pintu Rime Gayo,” bebernya.

Tidak hanya itu, kendala lainnya adalah jumlah personel damkar yang masih kurang yang dinilai tidak sebanding dengan peristiwa kebakaran yang melanda Bener Meriah hingga bertubi-tubi di lokasi yang berbeda.

“Kebutuhan paling minimum kita 120 orang personel, dan sekarang yang ada hanya 96 personel, jadi masih belum ideal saat melakukan penanganan kebakaran,” pintanya.(*)

Baca juga: Konferensi PWI Pidie Ditunda, Dua Nama Ditunjuk Sebagai Plt

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved