Rabu, 22 April 2026

Internasional

Hizbullah Tuduh AS Ikut Campur Penyelidikan Ledakanan Pelabuhan Beirut

Kelompok Hizbullah Lebanon, Rabu (13/10/2021) menuduh Amerika Serikat (AS)ikut campur dalam penyelidikan ledakan besar pelabuhan Beirut.

Editor: M Nur Pakar
AFP/JOSEPH EID
Satu kapal singgah di Pelabuhan Beirut, Lebanon yang hancur diguncang ledakan amoniak nitrat pada Rabu (12/8/2020). 

“Kami sudah lama menjelaskan bahwa terorisme dan kegiatan terlarang Hizbullah mengancam keamanan, stabilitas, dan kedaulatan Lebanon," tambahnya.

Price menuduh Hizbullah lebih peduli dengan kepentingannya sendiri dan kepentingan pelindungnya, Iran, daripada kepentingan terbaik rakyat Lebanon.

Baca juga: Demonstran Lebanon Bawa Peti Mati, Simbol Pemakaman Bagi Korban Tewas Ledakan Pelabuhan Beirut

Fadallah menuduh Washington memaksakan dikte untuk menghalangi keadilan dan menutupi kebenaran terhadap segmen populasi yang dianggap AS sebagai musuh.

Bitar telah mengeluarkan dua surat perintah penangkapan terhadap mantan pejabat pemerintah.

Sebuah langkah yang jarang dilakukan terhadap elit politik Lebanon, di mana impunitas telah berlaku selama beberapa dekade.

Para mantan pejabat masih buron.

Hizbullah dan kelompok politik lainnya menuduh Bitar mengejar beberapa mantan pejabat senior pemerintah.

Kebanyakan dari mereka bersekutu dengan Hizbullah, dan bukan yang lain.

Sejauh ini tidak ada pejabat Hizbullah yang didakwa dalam penyelidikan 14 bulan itu.

Seruan Hizbullah untuk menyingkirkan Bitar telah menyebabkan krisis di dalam pemerintahan Lebanon yang baru dibentuk.

Sekutu Hizbullah di Kabinet meminta tindakan pemerintah mendesak terhadap hakim.

Sebuah panggilan yang dianggap oleh sebagian besar sebagai campur tangan dalam urusan peradilan.

Seorang menteri pemerintah mengancam protes jalanan atau pemogokan oleh anggota Kabinet, jika tidak ada tindakan menggantikan Bitar.

Sebuah pertemuan Kabinet yang diharapkan Rabu ditunda menyusul permintaan dari Perdana Menteri baru Najib Mikati.

Lebanon tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi penuh selama lebih dari setahun di tengah tawar-menawar politik atas komposisinya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved