Breaking News:

Berita Subulussalam

Kasus Ibu Bunuh Bayinya di Subulussalam Masuk Tahap 2, Polisi Serahkan Tersangka dan BB ke Jaksa

Informasi itu disampaikan Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono SIK melalui Kasat Reskrim Ipda Deno Wahyudi, kepada Serambinews.com, Rabu (13/10/

Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Tersangka Sarwati didampingi penyidik Polres Subulussalam diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Subulussalam, Selasa (12/10/2021) 

Menurut Kapolres AKBP Qori Wicaksono, pelaku tega menghabisi sang anak dengan cara meggorok leher korban menggunakan pisau cutter.

Dia menggorok leher anak kandungnya itu di kamar lalu membuang pisau cutter ke dekat sumur belakang rumah.

Polisi pun sempat mengalami kendala mencari pisau cutter sebagai barang bukti pembunuhan karena kondisi lokasi berair. Namun satu jam kemudian menemukan pisau cutter di belakang rumah dekat kamar mandi.

Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan ini dalam waktu sektar dua jam-an, sebuah prestasi gemilang.

Diketahui, pelaku awalnya sempat meminta bantuan tetangga untuk menutupi kasus tersebut jika dia adalah pelakunya.

Namun belakangan pelaku akhirnya mengakui kepada petugas dialah yang menggorok leher bayinya karena alasan depresi atas masalah rumah tangganya.

Baca juga: Suami Hanya Main Game, Seorang Ibu Muda Bunuh Bayi 3 Bulan Pakai Pisau: Stres Gara-gara Ekonomi

“Pelaku sempat meminta bantu tetangga biar tidak dibongkar sebagai pelaku yang membunuh bayinya, tapi setelah diintrogasi pelaku pun akhirnya mengakui kepada polisi dia yang membunuh anaknya,” terang Kapolres AKBP Qori Wicaksono.

Dikatakan pula, usai mengakui perbuatannya pelaku meminta polisi agar segera mengamankan dirinya ke Mapolres Subulussalam.

Ini demi menghindari hal tak diinginkan. Sebab pelaku takut adanya masalah lain yang dialami jika dia tidak segera ditangkap.

Kepada Satreskrim dan Polsek Rundeng yang turun menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pelaku menyatakan membunuh bayinya itu karena kesal pada suami.

Pelaku mengaku kesal pada suami karena merasa hanya dia yang mengurusi anaknya disaat kondisi sakit.

Sang suami dianggapnya tidak peduli terhadap kondisi sang anak sehingga membuat Sarwati menjadi gelap mata dan tega berbuat keji membunuh anaknya secara sadis. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved