Breaking News:

Berita Aceh Jaya

Komunitas Adat Terpencil Aceh Jaya Ditargetkan Jadi Profil Kemensos RI

Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) yang dilaksanakan di Dusun Seunong Bakti, Desa Gle Putoh, Kecamatan Panga, Aceh Jaya ditargetkan

Penulis: Riski Bintang | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Sejumlah masyarakat di Kabupaten Aceh Jaya saat menghadiri acara penyerahan bantuan dari Kemensos RI di Desa Gle Putoh, Kecamatan Panga, Aceh Jaya. 

Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) yang dilaksanakan di Dusun Seunong Bakti, Desa Gle Putoh, Kecamatan Panga, Aceh Jaya ditargetkan menjadi profil Kementrian Sosial RI untuk dipromosikan di tingkat nasional.

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) yang dilaksanakan di Dusun Seunong Bakti, Desa Gle Putoh, Kecamatan Panga, Aceh Jaya ditargetkan menjadi profil Kementrian Sosial RI untuk dipromosikan di tingkat nasional.

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Peduli Dhuafa Aceh, Musfendi AR, Rabu (13/10/2021) usai peletakan batu pembangunan rumah KAT di Desa Gle Putoh.

Untuk tercapai rencana itu, Musfendi meminta seluruh masyarakat KAT di dusun Seunong Bakti, Desa Gle Putoh agar selalu kompak dan berpartisipasi dalam menyukseskan program Kemensos RI ini.

"Kita berharap masyarakat bisa kompak dalam menyukseskan program KAT ini, sehingga dapat dilanjutkan pemberdayaan masyarakat di tahun mendatang. Dan kita juga berharap KAT di Aceh Jaya ini bisa lebih bagus dari KAT-KAT daerah lainnya," sebut Musfendi AR.

Selain itu, Kata Musfendi, bantuan yang diberikan kepada masyarakat bukan berupa rumah, tetapi hanya bahan material untuk pembangunan rumah Komunitas Adat Terpencil ini. 

Baca juga: Ini Harapan Warga Sikundo Setelah Memperoleh Bantuan Rumah Komunitas Adat Terpencil

Sebab, kata dia, dalam satu unit rumah KAT hanya disediakan biaya Rp 3,5 juta, selebihnya adalah partisipasi masyarakat dalam pembangunan rumah tersebut.

"Pembangunan rumah KAT ini harus dilakukan secara swadaya dengan warga lainnya karena anggaran terbatas, sedangkan untuk bahan material lengkap diberikan," ujar dia.

Musfendi menuturkan, Jika tahun pertama program berjalan sukses, maka akan dilanjutkan tahun ke dua dan ketiga untuk pemberdayaan masyarakat KAT agar masyarakat dapat mandiri dan makmur.

"Program KAT ini direncanakan selama 3 tahun, mulai dari pembangunan hingga pemberdayaan masyarakat sendiri," pungkasnya.(*)

Baca juga: Khawatir akan Punah karena Virus Corona, Komunitas Adat Ekuador Larikan Diri ke Hutan Hujan Amazon

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved