Breaking News:

Solar Langka di Aceh

Sopir Truk Antre Berjam-jam Akibat Solar Langka di Aceh, Asrizal: Ada yang Parkir Mobil di SPBU

Hal itu lantaran para sopir truk mengantre untuk menunggu solar datang. Bahkan ada yang sudah mengantre lama dan ketika tiba giliran ternyata...

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
ILUSTRASI Puluhan truk antre menunggu solar subsidi di SPBU Blang Muko, Nagan Raya, Selasa (7/9/2021). Beberapa hari terakhir solar langka di Aceh. Akibatnya, antrean panjang sering terjadi di hampir seluruh SPBU di Aceh. 

Laporan Mawaddatul Husna I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Beberapa hari terakhir solar langka di Aceh. Akibatnya, antrean panjang sering terjadi di hampir seluruh SPBU di Aceh.

Hal itu lantaran para sopir truk mengantre untuk menunggu solar datang. Bahkan ada yang sudah mengantre lama dan ketika tiba giliran ternyata minyaknya sudah habis.

"Informasi yang saya peroleh dari salah seorang sopir truk yang saya jumpai di SPBU Aceh Tamiang, beliau mengatakan sudah mengantri dari jam 3 malam, dan begitu mau sampai ke antrian minyakpun habis. Dan beliau harus memarkirkan mobilnya di areal SPBU," kata Anggota DPRA, Asrizal H Asnawi kepada Serambinews.com, Kamis (14/10/2021).

Ia menambahkan, informasi lain juga diperoleh dari penjaga SPBU, ketika ditanya penyebab solar cepat habis, maka petugas itu menjawab selama ini pihaknya hanya mendapatkan pasokan 8-16 ton per hari. Sebelumnya pada hari biasanya 24 ton per hari.

"Karena kondisi minyak langka, akhirnya para sopir truk mengisi BBM-nya full tangki yang berkisar 100-250 liter. Hal itu karena khawatir di SPBU berikutnya minyak tidak tersedia.  Jadi memang kalau masuk jam tengah malam atau pagi, kurun waktu 2-3 jam minyak langsung habis," paparnya.

Ia berharap pihak PT Pertamina sebagai distributor tunggal BBM di Aceh, agar memastikan kembali jaminan pasokan minyak ke Aceh aman dan lancar, bukan hanya solar, tapi juga Pertalite.

"Ini menjadi lebih fatal karena langsung berhubungan dengan kebutuhan masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua dan empat. Baik yang pergi bekerja dan bertani yang mengangkut hasil pertaniannya," kata Asrizal.

Sementara Sales Area Manager PT Pertamina Aceh, Sonny Indro Prabowo yang dikonfirmasi secara terpisah menyampaikan keterbatasan suplai biosolar yang terjadi di beberapa tempat disebabkan oleh ketersediaan kuota biosolar subsidi yang terbatas dan peningkatan kebutuhan yang signifikan dari konsumen biosolar subsidi.

Ia menyebutkan kuota biosolar subsidi ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, untuk wilayah Aceh kuota biosolar 2021 sebesar 367 ribu kiloliter, dan sampai dengan September 2021 tersalurkan 270 ribu kiloliter (74 persen sisa 97 ribu kiloliter).

"Khusus untuk wilayah perbatasan, kondisi lonjakan kebutuhan bisa lebih tinggi yang diakibatkan keterbatasan kuota di wilayah tetangga. Hal ini mengakibatkan penumpukan di SPBU-SPBU yang masih terdapat stok BBM," sebutnya.

Ia menambahkan apabila penyaluran dilakukan sesuai dengan permintaan saat ini, maka diperkirakan kuota akan habis sebelum 31 Desember 2021, ketika kuota habis maka biosolar subsidi tidak dapat disalurkan.

"Untuk mengantisipasinya, maka penyaluran ke SPBU dilakukan pengaturan sesuai dengan kuota yang tersedia agar dapat mencukupi sampai akhir tahun," pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved