Selasa, 9 Juni 2026

Internasional

Militan Kashmir Bunuh Seorang Perwira Tentara dan Polisi India

Militan Kashmir di wilayah India menembak mati seorang perwira tentara dan polisi India. Keduanya tewas saat memburu kelompok tersebut di wilayah

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/TAUSEEF MUSTAFA
Personel keamanan menghentikan seorang pejalan kaki di jalan di Srinagar menyusul pembunuhan dua personel militer pada Jumat (15/10/2021). 

SERAMBINEWS.COM, SRINAGAR - Militan Kashmir di wilayah India menembak mati seorang perwira tentara dan polisi India.

Keduanya tewas saat memburu kelompok tersebut di wilayah pegunungan Kashmir.

Dilaporkan, sebanyak 22 orang tewas dalam kekerasan yang meningkat dalam dua minggu terakhir ini, kata para pejabat India, Jumat (15/10/2021).

Tentara mengejar pemberontak di daerah berhutan di Kashmir selatan ketika baku tembak meletus pada Kamis (14/10/2021) malam, kata Kolonel Devendar Anand kepada AFP.

Perburuan di wilayah Mendhar telah diintensifkan sejak lima tentara tewas di dekatnya tiga hari sebelumnya.

Kekerasan di wilayah mayoritas Muslim, juga diklaim oleh Pakistan, telah meningkat sejak pekan lalu.

Baca juga: India Melihat Taliban Sebagai Ancaman Baru di Kashmir

Saat gerilyawan bersenjata melancarkan serangan yang menewaskan tujuh warga sipil, termasuk tiga dari komunitas minoritas Hindu dan Sikh.

Beberapa anggota komunitas minoritas telah meninggalkan lembah Kashmir yang bergolak.

Mereka khawatir akan menjadi sasaran, lapor media.

Sehingga, telah menggemakan adegan gelombang kekerasan lain pada 1990-an ketika ribuan umat Hindu melarikan diri dari wilayah tersebut.

Delapan tersangka pemberontak juga tewas dalam pertempuran dan serangan militer dalam dua minggu terakhir ini kata polisi.

Lebih dari 120 orang tewas sepanjang tahun ini.

Baca juga: Anggota Komisi HAM OKI Kunjungi Perbatasan Kashmir, Bertemu Para Korban Pelanggaran Gencatan Senjata

Keluarga dari salah satu tersangka yang tewas telah membantah pemuda itu memiliki hubungan dengan serangan baru-baru ini.

Dikatakan, dia ditahan oleh tentara dan dibunuh dalam insiden yang direkayasa dalam tahanan.

Kashmir telah dibagi antara India dan Pakistan sejak kemerdekaan dari pemerintahan Inggris pada tahun 1947.

Saingan bersenjata nuklir telah berperang dua kali di wilayah Himalaya.

Pemberontakan bersenjata meletus di Kashmir India pada 1989 dan puluhan ribu orang tewas sejak itu.

Kelompok dan partai separatis menuntut kemerdekaan wilayah tersebut atau penggabungannya dengan Pakistan.

Baca juga: Polisi India Tangkap 500 Muslim Kashmir, Usai Serangan Militan dan Pembunuhan

Ketegangan juga meningkat sejak pemerintah nasionalis Hindu mengakhiri semi-otonomi kawasan itu.

Karena, telah menempatkannya di bawah kendali pusat langsung pada Agustus 2019.

Pakistan membantah tuduhan berulang-ulang India bahwa mereka mendukung pemberontak.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved