Internasional
Taliban Minta Warga Afghanistan di Turki Pulang Kembali ke Rumah
Para pemimpin Taliban minta warga Afghanistan yang melarikan diri ke Turki untuk kembali pulang ke rumah.
SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Para pemimpin Taliban minta warga Afghanistan yang melarikan diri ke Turki untuk kembali pulang ke rumah.
Taliban menyatakan akan melakukan semua upaya untuk membantu migran Afghanistan di Turki yang ingin kembali ke rumah.
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan kedua belah pihak membahas upaya mencegah gelombang migran dari Afghanistan.
Turki menampung sekitar empat juta migran, sebagian besar warga Suriah, seperti dilansir AFP, Jumat (15/10/2021).
Tetapi, mendapat tantangan baru setelah pengambilalihan Afghanistan oleh Taliban pada Agustus memicu eksodus massal.
Dikatakan, Turki tidak akan mentolerir gelombang baru.
Baca juga: Delegasi Tinggi Taliban Tiba di Turki, Temui Pejabat Pemerintahan
Taliban memerintah Afghanistan dengan tangan besi dari tahun 1996 hingga 2001 sebelum digulingkan oleh pasukan koalsi pimpinan AS.
Anggota NATO Turki mempertahankan kedutaan besarnya di Kabul setelah negara-negara Barat menarik diri.
Mevlut Cavusoglu, yang sebelumnya mengatakan akan mengunjungi Kabul membahas migrasi, bantuan kemanusiaan, ekonomi dan masalah lainnya.
Pembahasan itu dilakukan dengan delegasi yang dipimpin oleh penjabat Menteri Luar Negeri Afghanistan, Amir Khan Muttaqi.
"Kami mengatakan kepada mereka lagi, mereka harus inklusif untuk persatuan negara," kata Cavusoglu kepada media pemerintah Turki.
"Mereka menyampaikan kepada kami permintaan untuk melanjutkan bantuan dan investasi di sana," tambahnya.
"Kami memiliki sejumlah migran Afghanistan, tidak teratur atau reguler," ujarnya.
"Beberapa dari mereka ingin kembali ke Afghanistan," jelas Cavusoglu.
Baca juga: Qatar Tegaskan Pengakuan Taliban Bukan Prioritas Saat ini
"Pimpinan Taliban mengatakan akan memberikan semua dukungan agar mereka kembali ke rumah," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengungsi-afghanistan-di-turki.jpg)