Breaking News:

Berita Pidie

Tradisi Teut Leumang di Tangse Sambut Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW

Tradisi Teut Leumang bagi warga pedalaman Kabupaten Pidie, yaitu Kecamatan Tangse menjadi rutinitas saban tahun

Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Kepala Bidang (Kabid) Budaya Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Pidie, Jamaluddin SPd MM (jongkok) bersama warga Gampong Blang Dhot, Kecamatan Tangse, Pidie membakar ( teut) leumang guna di bagikan kepada tamu undangan kenduri maulid, Selasa (19/10/2021). 

Karena sangat kental dengan nilai religi  terutama dalam mengenang sejarah lahirnya Baginda Nabi Besar Muhammad SAW. 

"Maka peran besar tokoh agama dan adat sangatlah besar dalam melindungi budaya positif dengan nuansa regelius ini," jelasnya.

Baca juga: Kemenag Tegaskan Maulid Nabi Tetap 19 Oktober, Iqbal: Hanya Hari Libur Digeser ke 20 Oktober 2021

Tokoh adat Gampong Blang Dhot, Kecamatan Tangse, Pidie, Tgk Idris Bin Tgk Gadeng (80) kepada Serambinews.com,  Selasa (19/10/2021) mengatakan, tradisi Teut Leumang jauh sebelumnya atau ratusan tahun yaitu sejak masa kecil warga di Tangse telah menjadi tradisi adat pada setiap bulan Maulod (Maulid) dilakukan secara massal oleh masyarakat. 

"Beda dengan kecanatan-kecamatan lainnya di Pidie sepertihalnya kecamatan Mutiara atau kecamatan lainnya Teut Leumang dilakukan pada hari meugang dan pada puasa," ujarnya.

Namun, di Kecamatan Tangse, khususnya masyarakat melakukan teut leumang selama tiga bulan secara kontinyu dilakukan untuk merayakan maulid Nabi Besar Muhammad SAW. 

Memang jumlah lemang bagi mereka yang mampu 100 batang leumang dengan menghabiskan beras ketan hingga 30 aree atau bambu.

Ini dilakukan dengan patungan bagi keluarga drngan tiga kepala Keluarga (KK). 

Baca juga: Adakah Anjuran Khusus untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW? Simak Penjelasan Buya Yahya

Menurut kakek tujuh cucu ini setiap tamu yang diundang untuk menghadiri kenduri maulid diberikan 'Buah tangan' atau oleh-oleh berupa satu batang leumang.

Sehingga setiap tamu yang menghadiri kenduri menjadi satu kebahagian dan bangga ketika mendapat leumang. 

"Inilah kepuasan jiwa yang tiada tara bagi warga luar Kecamatan Tangse yang menghadiri kenduri maulid sehingga Tradisi Teut Leumang ini terus dipertahankan sebagai amalan dalam meraih keberkahan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT khususnya dalam kenduri bagi Pang Ulee,  Nabi Muhammad SAW, " jelasnya.

Baca juga: Warga Aceh di Malaysia Gelar Maulid Akbar, Dipusatkan di Yan Kedah, Butuh Dana Rp 160 Juta

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved