Senin, 13 April 2026

Internasional

Turki Ubah Strategi Perang di Suriah, Seusai Serangan Milisi Kurdi

Turki mengubah strategi perang di Suriah dan diplomasi dengan AS dan Rusia. Turki ingin menumpas perlawanan Unit Pertahanan Rakyat Kurdi di Suriah.

Editor: M Nur Pakar
AFP/OMAR HAJ KADOUR
Kepulan asap membumbung tingfi dari lokasi pemboman di pinggiran Kota Idlib yang dikuasai pemberontak, baratlaut Suriah, Jumat (20/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Turki mengubah strategi perang di Suriah dan diplomasi dengan AS dan Rusia.

Turki ingin menumpas perlawanan Unit Pertahanan Rakyat Kurdi di Suriah.

Hal itu terjadi setelah pejabat senior Turki mengisyaratkan perubahan strategi mengenai negara yang sedang dilanda perang itu.

Menyusul serangan mematikan oleh milisi di wilayah Tal Rifaat yang didominasi Kurdi, yang menargetkan petugas polisi Turki.

Dilansir AFP, Selasa (19/10/2021), milisi juga terlibat dalam kampanye penembakan lintas batas terhadap desa-desa Turki di dekatnya.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Ankara bertekad menghapus semua ancaman di Suriah utara.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu berjanji akan melakukan apa yang diperlukan untuk keamanannya.

Dia menambahkan baik AS maupun Rusia tidak menepati janji untuk memastikan penarikan milisi Kurdi dari perbatasan Suriah.

Tetapi pemerintah Turki telah mengatakan militer akan melakukan kampanye yang jauh lebih berbeda di Suriah utara.

Baca juga: Ankara Tuduh Rusia dan AS Lindungi Milisi Kurdi di Suriah, Serangan Rudal Berlanjut ke Turki

Hal itu memicu perdebatan apakah Ankara akan terlibat dalam pembicaraan diplomatik dengan AS dan Rusia sebelum meluncurkan aksi militer.

Milisi telah menjadi mitra lokal utama AS dalam perjuangannya melawan ISIS di wilayah tersebut,.

Namun, Turki menganggap Partai Persatuan Demokratik, sebagai perpanjangan Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang.

Kurdi telah berperang perang saudara melawan negara Turki selama lebih dari tiga dekade.

Sementara itu, Front Pembebasan Suriah, Tentara Nasional Suriah mengatakan akan membersihkan wilayahnya dari semua kelompok teror.

Termasuk Partai Pekerja Kurdistan, Partai Uni Demokrat dan ISIS.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved