Senin, 11 Mei 2026

Internasional

Turki Ubah Strategi Perang di Suriah, Seusai Serangan Milisi Kurdi

Turki mengubah strategi perang di Suriah dan diplomasi dengan AS dan Rusia. Turki ingin menumpas perlawanan Unit Pertahanan Rakyat Kurdi di Suriah.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP/OMAR HAJ KADOUR
Kepulan asap membumbung tingfi dari lokasi pemboman di pinggiran Kota Idlib yang dikuasai pemberontak, baratlaut Suriah, Jumat (20/8/2021). 

Soner Cagaptay, Direktur Program Turki di Institut Washington mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah meminta Turki mengakhiri dukungan terhadap pemberontak.

“Ini melibatkan pertukaran tanah dengan Turki yang mengambil wilayah dari Unit Pertahanan Rakyat Kurdi di Suriah (YPG)," katanya.

"Atau rezim Bashar Assad yang mengambil wilayah dari tangan pemberontak," tambahnya.

"Tapi model baru yang kita bicarakan sekarang ini sedikit berbeda," ujarnya.

Baca juga: Jet Temput Turki Gempur Militan Kurdi di Irak, Jadi Serangan Pertama Seusai Februari 2021

Pasukan yang didukung Turki di Suriah, mungkin bergerak mengambil wilayah dari YPG dengan persetujuan diam-diam Putin,” katanya kepada Arab News, Selasa (19/10/2021).

Menurut Cagaptay, strategi Ankara, membagi zona yang dikuasai milisi dan mencegah pembentukan entitas politik di masa depan di wilayah kelompok itu.

“Kesepakatan Erdogan-Putin baru-baru ini di Sochi bertujuan untuk menerapkan model baru ini,” katanya.

Di tengah masa-masa yang sangat sensitif untuk hubungan AS-Turki, penekanan yang berkembang pada saluran diplomatik melebihi tindakan militer.

Erdogan diperkirakan akan membahas masalah ini dengan Presiden AS Joe Biden di sela-sela KTT G20 di Roma pada akhir Oktober 2021.

Setelah pertemuan mereka baru-baru ini di Sochi, Erdogan juga akan berbicara dengan Putin setelah pertemuannya dengan Biden.

Menurut Ozgur Unluhisarcikli, Direktur Dana Marshall Jerman AS di Ankara, ancaman milisi Kurdi kemungkinan pembentukan negara Kurdi di dekat perbatasannya.

“Karena itu Ankara mengambil tindakan apa pun yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini terjadi,” katanya.

Unluhisarcikli mengatakan kondisi saat ini tidak cocok bagi Turki untuk melakukan operasi militer terhadap YPG di baratlaut atau timurlaut Suriah.

Oleh karena itu, Ankara akan mendorong saluran diplomatik untuk berjalan secara efisien, tambahnya.

“Turki sudah tegang dengan Rusia atas Provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak Suriah," ujarnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved