Berita Banda Aceh
Bulan November dan Desember Mulai Memasuki Puncak Musim Hujan, Ini Potensi yang Harus Diwaspadai
"Bulan November dan Desember 2021, diperkirakan Aceh memasuki puncak musim hujan, sehingga harus diwaspadai banjir, longsor, dan genangan air."
Penulis: Misran Asri | Editor: Ibrahim Aji
"Bulan November dan Desember 2021, diperkirakan Aceh memasuki puncak musim hujan, sehingga harus diwaspadai banjir, longsor, dan genangan air."
Laporan Misran Asri | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, meminta masyarakat mewaspadai puncak hujan di Bulan November 2021.
Demikian diungkapkan Koordinator Data dan Informasi BMKG Bandara SIM Blangbintang, Zakaria Ahmad AhMG SE, yang dihubungi Serambinews.com, Jumat (22/10/2021).
"Bulan November dan Desember 2021, diperkirakan Aceh memasuki puncak musim hujan, sehingga harus diwaspadai banjir, longsor, dan genangan air," kata Zakaria.
Untuk banjir yang harus diwaspadai daerah-daerah dataran rendah, kawasan bantaran sungai dan hamparan luas yang dikelilingi oleh persawahan.
"Kawasan hamparan luas, dikarenakan saat hujan lebat air tidak tahu harus mengalir kemana, sehingga harus diwaspadai.”
Baca juga: Alhamdulillah, Pasien Covid-19 di Aceh Berkurang Hingga Mulai Terlihat Kosong di Ranjang di RS
Baca juga: Dua Pelajar SMP Duel Hingga Kritis, Dipicu Utang Rp 20 Ribu, Kapolres Minta Keluarga Tak Terpancing
“Meski, satu atau dua hari airnya sudah meresap. Tapi, tetap harus diwaspadai," kata Zakaria.
Kemudian yang harus diwaspadai kawasan cekungan yang diapit oleh bukit dan pegunungan, seperti kawasan Lhoknga, Leupung, atau Simpang Rima, Aceh Besar.
Menurut Zakaria, berpotensi terjadi banjir genangan serta harus diwaspadai juga untuk longsor di kawasan pegunungan Paro, Kulu dan kawasan pegunungan lainnya yang selama ini berpotensi terjadi longsor.
Begitu juga dengan kawasan seperti di Gampong Garut, dan Punie, dalam Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, juga berpotensi terjadi banjir genangan, karena air tidak tahu mengalir kemana.
Kemudian kawasan-kawasan perkotaan, lanjut Zakaria, seperti Kota Banda Aceh, Bireuen, Pidie, Lhokseumawe dan sejumlah kota lainnya juga rentan terhadap banjir genangan.
Baca juga: Bripda AB Pakai Mobil Dinas PJR untuk Pacaran Ternyata Adik Ipar Ahok, Kini Dimutasi dan Disidang
Baca juga: Hari Santri Nasional 2021, Tradisi Menulis Santri Aceh Harus Dibangkitkan Seperti Ulama Terdahulu
Karena serapan air sudah tertahan oleh padatnya pemukiman penduduk, gedung-gedung yang padat di kawasan perkotaan, sehingga air tertahan dan kurang lancar mengalir.
“Belum lagi persoalan parit yang mungkin tidak berfungsi dengan baik, sehingga masyarakat perlu melakukan pembersihan parit dan saluran-saluran," sebut Zakaria.
Memasuki musim penghujan di bulan November dan Desember yang cocok di kawasan pegunungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/zakaria3_2021.jpg)