Breaking News:

Internasional

Ilhan Omar Minta Pemerintah AS Memantau Orang-orang Islamofobia

Ilhan Omar, Senator Muslim AS dari Partai Demokrat meminta pemerintah memantau orang-orang yang Islamofobia.

Editor: M Nur Pakar
()
Senatot Muslim AS, Ilhan Omar 

 SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Ilhan Omar, Senator Muslim AS dari Partai Demokrat meminta pemerintah memantau orang-orang yang Islamofobia.

Dia bersama senator Jan Schakowsky memperkenalkan undang-undang untuk memantau "Islamofobia" AS atau kefanatikan anti-Muslim.

Omar berharap kantor tersebut akan membantu anggota parlemen memahami masalah global yang saling terkait dari fanatisme anti-Muslim, seperti dilansir The Washington Post, Jumat (22/10/2021).

"RUU tersebut mengharuskan Departemen Luar Negeri untuk membuat Utusan Khusus untuk memantau dan memerangi Islamofobia," kata Omar.

Baca juga: Organisasi Muslim Italia Meluncurkan Jaringan Anti-Islamofobia

"Juga memasukkan kekerasan Islamofobia yang disponsori negara dan impunitas dalam laporan hak asasi manusia tahunan Departemen," tambah Omar.

"Kami melihat peningkatan Islamofobia di hampir setiap sudut dunia," ujar Omar.

"Di negara bagian asal saya, Minnesota, pengacau mengecat pesan kebencian dan swastika Nazi di dan dekat Moorhead Fargo Islamic Center," tambahnya.

Tahun lalu, sekitar 500 keluhan kebencian dan bias anti-Muslim telah didokumentasikan, menurut rilis tersebut.

Baca juga: Lontarkan Rasis dan Islamofobia, Seorang Perwira Polisi Inggris Hampir Dipecat dari Tugasnya

Sentimen diskriminasi dan kebencian terhadap agama Islam ini telah mencapai proporsi epidemi, menurut deklarasi Dewan Hak Asasi Manusia PBB Maret 2021.

"Sebagai bagian dari komitmen kami terhadap kebebasan beragama internasional dan hak asasi manusia," jelas Omar.

"Kami harus mengakui Islamofobia dan melakukan semua yang kami bisa untuk memberantasnya," tegasnya.(*)

Baca juga: Islamofobia Makin Meresahkan, Ulama Aceh: Islam Datang Asing, Akhir Zaman Juga Dianggap Asing

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved