Senin, 11 Mei 2026

Internasional

Pasukan Keamanan India Tembak Penjual Susu di Kashmir

Pasukan India menembak mati seorang warga sipil di Kashmir pada Minggu (24/10/2021). Pihak berwenang sedang memperketat keamanan di seluruh wilayah

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP
Pasukan India berjaga di sebuah pasar di Srinagar, India, Minggu (24/10/2021). 

SERAMBINEWS.COM, SRINAGAR - Pasukan India menembak mati seorang warga sipil di Kashmir pada Minggu (24/10/2021).

Pihak berwenang sedang memperketat keamanan di seluruh wilayah yang disengketakan untuk kunjungan seorang menteri tinggi India.

Korban, seorang penjual susu di Lembah Kashmir selatan, merupakan warga sipil ke-12 yang dibunuh oleh militan atau pasukan keamanan bulan ini.

Serangan terus meningkat di wilayah mayoritas Muslim itu, seperti di lansir AFP,

New Delhi memiliki sekitar 500.000 tentara dan paramiliter di Kashmir.

India berusaha menahan gerakan pemberontak yang memperjuangkan kemerdekaan atau penggabungan kawasan itu dengan Pakistan.

Polisi mengatakan pria itu terkena tembak-menembak selama aksi militan dekat kamp paramiliter polisi di desa Zainapora dan insiden itu sedang diselidiki.

Baca juga: Polisi India Tangkap 500 Muslim Kashmir, Usai Serangan Militan dan Pembunuhan

Penduduk desa kepada AFP mengatakan pria itu ditembak mati tanpa provokasi.

Amit Shah, Menteri Dalam Negeri India dan Wakil Efektif Perdana Menteri Narendra Modi, telah berada di Kashmir sejak Sabtu (23/10/2021).

Ini menjadi perjalanan pertama Shah ke wilayah Himalaya juga diklaim oleh Pakistan, sejak New Delhi membatalkan semi-otonomi Kashmir pada Agustus 2019.

Kunjungannya mengikuti serangkaian pembunuhan yang ditargetkan oleh militan.

Dimana, minoritas Hindu dan Sikh serta pekerja migran dari tempat lain sebagai target utama.

Baca juga: Militan Kashmir Bunuh Seorang Perwira Tentara dan Polisi India

Bunker karung pasir telah didirikan di kota utama Srinagar di Kashmir dan penembak jitu ditempatkan di atap sekitar gedung tempat Shah tinggal.

Polisi dalam beberapa hari terakhir menyita ratusan sepeda motor di kota dan mengintensifkan pemeriksaan pejalan kaki termasuk perempuan dan anak-anak.

Sepeda motor telah digunakan untuk pembunuhan di jalan.

Kepala staf pertahanan India Jenderal Bipin Rawat mengatakan pemantauan keamanan sedang diintensifkan untuk menggagalkan serangan pemberontak.

Baca juga: India Melihat Taliban Sebagai Ancaman Baru di Kashmir

Kashmir telah dibagi antara India dan Pakistan sejak kemerdekaan mereka pada tahun 1947.

Pemberontak melancarkan pemberontakan pada tahun 1989 dan pertempuran telah menewaskan puluhan ribu orang, terutama warga sipil.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved