Senin, 11 Mei 2026

Berita Bener Meriah

Ini Dugaan Penyebab Ambruknya 30 Meter Turap Beton ke Badan Jalan Nasional Bireuen-Takengon

Ambruknya turap beton yang sedang dibangun itu diduga akibat hujan deras dan meluapnya air irigasi yang berada diatas tebing jalan tersebut.

Tayang:
Penulis: Budi Fatria | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Kondisi turap beton yang ambruk di ruas Jalan Nasional Bireuen-Takengon, tepatnya di Kampung Umah Besi, Kecamatan Gajah Putih, Bener Meriah, Minggu (24/10/2021) malam. Foto direkam, Senin (25/10/2021). 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Sepanjang 30 meter turap beton yang sedang dibangun sebagai penahan longsor tebing di ruas Jalan Nasional Bireuen-Takengon, ambruk pada Minggu (24/10/2021) malam.

Kejadian yang terjadi selepas Magrib atau sekira pukul 18.45 WIB itu tepatnya berada di Kampung Umah Besi, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah.

Ambruknya turap beton yang sedang dibangun itu diduga akibat hujan deras dan meluapnya air irigasi yang berada diatas tebing jalan tersebut.

Pantauan Serambinews.com di lokasi kejadian, terlihat turap beton yang sedang dikerjakan sepanjang 50 meter, dan yang rusak berat lebih kurang sepanjang 30 meter.

Turap beton penahan longsor itu memang sedang dalam tahap pekerjaan yang tingginya mencapai 18 meter.

Akibat kejadian itu, badan jalan tertimbun material dari turap beton yang bercampur tanah lumpur setinggi lebih kurang 2 meter.

Baca juga: Hati-hati! Jalan Bireuen-Takengon Rawan Longsor, Tingkatkan Kewaspadaan Saat Memasuki  Cot Panglima

Ruas jalan utama yang menghubungkan tiga kabupaten di wilayah tengah itu pun sempat ‘lumpuh’ selama tujuh jam lebih.

Pasalnya, tumpukan material beton di badan jalan membuat jalur lintas tengah Aceh itu sempat tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.

PPK 1.6 Provinsi Aceh Satuan Kerja (Satker) PJN 1 Provinsi Balai Aceh, Bahagia, ST, MT yang dikonfirmasi Serambinews.com, Senin (25/10/2021), mengatakan, longsor yang terjadi di jalan nasional itu diduga akibat air hujan dan meluapnya irigasi dari atas tebing tersebut.

“Mungkin, karena betonya masih baru, belum tahan atau tidak sanggup menahan beban air yang melimpah sehingga ambruk,” ujar Bahagia.

Menurutnya, turap beton itu masih dalam tahan pengerjaan sehingga kalau terkena air cepat tumbang.

Memang, katanya lagi, berdasarkan pantauan timnya di lapangan, ambruknya turap beton itu akibat air hujan dan meluapnya air irigasi.

Baca juga: Jalan Bireuen-Takengon Tertimbun Tanah Longsor Setinggi 50 cm, TNI Bantu Lancarkan Arus Lalu Lintas

Lanjut Bahagia, secara umum turap beton yang rusak itu sepanjang 50 meter, tapi yang rusak parah 30 meter.

“Kurang lebih yang rusak parah itu sepanjang 30 meter, namun secara umum sudah mulai retak semua sekitar 50 meter,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved