Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Jaksa Limpahkan Perkara Kerumunan Diduga Libatkan Selegram Herlin Kenza ke PN Lhokseumawe

Dimana dalam kasus ini pihak kepolisian telah menetapkan dua tersangka, yakni KS dan HK (Selegram Herlin Kenza).

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nur Nihayati
For Serambinews.com
Tersangka dalam kasus kerumunan yang diduga melibatkan selegram Herlin Kenza diserahkan ke Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Rabu (13/10/2021). 

Dimana dalam kasus ini pihak kepolisian telah menetapkan dua tersangka, yakni KS dan HK (Selegram Herlin Kenza).

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE -  Proses hukum pada kasus kerumunan di Pasar Inpres Kota Lhokseumawe sampai saat ini  masih berlanjut.

Dimana dalam kasus ini pihak kepolisian telah menetapkan dua tersangka, yakni KS dan HK (Selegram Herlin Kenza).

Informasi terkini, kalau pihak Kejaksaan Negeri Lhokseumawe telah merampungkan dakwaan.

Bahkan telah melimphakan perkaranya ke Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe.

Kajari Lhokseumawe, Dr Mukhlis SH MH, melalui Kasi Pidum, Kardono, Selasa (26/10/2021), menyebutkan, beberapa waktu lalu, pihaknya sudah memerima pelimpahan kedua tersangka dan barang bukti dari penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe.

Selanjutnya, langsung mempersiapkan dakwaan.

Baca juga: Sudi Silalahi Meninggal Dunia, Zulkifli Hasan Sebut Baru Berkomunikasi dengan Mendiang 10 Hari Lalu

Baca juga: Suasana di Barcelona Biasa-biasa Saja, Real Madrid Hampir Tak Merayakan Kemenangan

"Untuk dakwaan sudah rampung. Jadi, pafa Senin kemarin langsung kita limpahkan ke PN Lhokseumawe. Jadi, kini tinggal menunggu jadwal sidang saja," pungkasnya. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Selebgram  Herlin Kenza yang diduga sebabkan kerumunan di Pasar Inpres, Kota Lhokseumawe, resmi dijadikan tersangka atas kasus dugaan tindakpidana tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan, pada Jumat (23/7/2021).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved