Berita Gayo Lues
Lagi, Bukit Cinta Lintasan Blangkejeren-Kutacane Ditutup & Dipagari Pemilik Tanah, Begini Sikap BPJN
Protes itu dilakukan dengan menutup dan memagar ruas jalan Blangkejeren-Kutacane yang melintasi kawasan tersebut, Selasa (26/10/2021).
Laporan Rasidan | Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Pemilik tanah di kawasan Bukit Cinta atau Bukit Mulai di Desa Penggalangan, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus), kembali melakukan aksi protes terhadap Pemerintah Aceh.
Protes itu dilakukan dengan menutup dan memagar ruas jalan Blangkejeren-Kutacane yang melintasi kawasan tersebut, Selasa (26/10/2021).
Berdasarkan pantauan dan informasi yang dikumpulkan Serambinews.com, ruas jalan nasional yang dipagar dan ditutup oleh pemilik tanah bernama Jafar alias Ama Uwe, seorang anggota DPRK Galus tersebut dilakukan dengan masang spanduk dan blokade dari kayu pinus.
Aksi penutupan dan pemblokiran lintasan Blangkejeren Kutacane di kawasan Bukit Cinta, depan rumah anggota DPRK Galus dilakukan sudah beberapa kali sebelumnya.
Hal itu dilakukan pemilik tanah sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Aceh yang tidak kunjung memperbaiki badan jalan yang amblas selama ini.
Sehingga sudah tujuh tahun lebih, tanah milik pribadi Jafar alias Ama Uwe tersebut digunakan dan dipakai untuk jalan alternatif sementara sebagai jalur umum.
Baca juga: Anggota Dewan Blokir Jalan Blangkejeren-Kutacane di Kawasan Bukit Cinta, Dipicu Permasalahan Tanah
"Lagi-lagi lintasan Blangkejeren-Kutacane dipagar dan ditutup oleh pemilik tanah di kawasan Bukit Cinta, di depan rumah anggota DPRK Galus,” kata seorang pengguna jalan.
“Penutupan ini menyebabkan arus transportasi terganggu dan terpaksa para pengguna jalan mencari jalan alternatif lainnya dengan melintas jalan pertanian yang belum diaspal di kawasan Blangtengulun, dekat Bandara Patiambang Galus," sebut Azwar, pengguna mobil pribadi asal Kutacane tujuan Blangkejeren yang dibenarkan sejumlah sopir angkutan umum di Terminal Blangkejeren kepada Serambinews.com, Selasa (26/10/2021).
Para sopir dan pengguna jalan lainnya mengaku, sudah berulangkali Jalan Nasional Blangkejeren-Kutacane di Bukit Cinta tersebut ditutup dan dipagar oleh pemilik tanah.
“Hari ini, lagi-lagi pemilik tanah melakukan aksi protes bersama sejumlah warga dengan menutup dan memagari badan jalan itu, sehingga tidak ada kendaraan yang bisa melintas lagi,” beber dia.
Secara terpisah, penanggung jawab ruas Jalan Nasional Blangkejeren-Kutacane yang berada di bawah Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksana Jalan Nasional Aceh Wilayah III melalui Kepala PPK 3.4 Provinsi Aceh, T Fadrial kepada Serambinews.com mengatakan, saat ini lintasan Blangkejeren-Kutacane kembali dipagar dan ditutup oleh pemilik tanah di kawasan Bukit Cinta.
Sehingga pengendara terpaksa harus mencari jalur lain untuk tujuan Kutacane maupun sebaliknya dengan melintasi jalan perkebunan warga yang belum diaspal dan berlumpur.
Baca juga: Awas! Kawasan Bukit Cinta Lintas Blangkejeren-Kutacane Rawan Pungli, Modusnya Palang Jalan
"Sebenarnya badan jalan yang amblas di lokasi longsor persis di depan rumah Jafar Ama Uwe yang dipagar dan ditutup pemilik tanah itu, sedang dalam proses ditangani,” ujar Fadrial.
“Bahkan beberapa hari lalu, sebuah alat berat sudah ditempatkan di lokasi tersebut, begitu juga besi paku bumi sudah berada di lokasi itu,"sebutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bukit-cinta-ditutup-lagi-2610.jpg)