Breaking News:

Salam

Soal Vaksinasi, Aceh Dapat Catatan Khusus

Gubernur Nova Iriansyah memaparkan kepada Presiden Jokowi mengenai capaian vaksinasi Covid-19 di Aceh

Editor: bakri
FOTO HUMAS PEMPROV ACEH
Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT, mendengarkan dan memberi tanggapan atas arahan Presiden Jokowi terkait kondisi terkini Covid-19 dan capaian vaksinasi di Aceh, disela-sela menjalani perawatan lanjutan di RSUZA, Banda Aceh, Senin (25/10/2021). 

Gubernur Nova Iriansyah memaparkan kepada Presiden Jokowi mengenai capaian vaksinasi Covid-19 di Aceh. Dalam pertemuan secara virtual, Senin (25/10/2021), Nova menyebutkan bahwa hingga Minggu (24/10/2021), masyarakat Aceh sudah divaksin mencapai 29,56 persen. Mereka yang sudah disuntik vaksin antara lain tenaga kesehatan, warga lansia, petugas pelayanan publik, masyarakat rentan dan umum, pelajar dan santri, serta anak usia sekolah.

"Berbagai upaya akan kita tempuh untuk akselerasi pelaksanaan vaksinasi. Tim Pemerintah Aceh yang dipimpin Pak Sekda sudah turun ke lapangan, sekolah-sekolah, dan ke pesantren untuk memastikan pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar," ungkap Nova.

Kita sangat mengapresiasi capaian vaksinasi di Aceh mengingat angka itu dicapai dengan kerja keras banyak kalangan, terutama TNI, Polri, dan ulama. Namun, kita juga tak bisa pungkiri bahwa capaian vaksinasi di Aceh masih di bawah capaian nasional yang menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, hingga Minggu (24/10/2021) pukul 12.00 WIB, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi dosis kedua mencapai 67.915.440 orang atau setara 32,61 persen dari target sasaran yang ditetapkan.

Dari 27 provinsi di luar Jawa-Bali, baru lima provinsi yang memiliki capaian vaksinasi dosis pertama di atas rata-rata nasional, yaitu Kepulauan Riau (Kepri), Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), dan Sulawesi Utara. Sedangkan 22 provinsi lainnya masih di bawah nasional. Presiden Joko Widodo memberi catatan khusus untuk Papua, Aceh, Sumatra Barat, dan Sulawesi Barat supaya terus meningkatkan vaksinasi karena capaiannya masih terendah di level 24-33 persen. 

Presiden Jokowi memang sangat gusar terhadap capaian vaksinasi di sejumlah provinsi yang masih sangat rendah. Sebab, capaian itu sangat mempengaruhi capaian secara nasional yang dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia juga masih tertinggal.

Kabar terbaru dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Indonesia masih kalah dibanding negara-negara lain, khususnya yang bertetangga. "Dibandingkan dengan negara di Eropa, Singapura, dan Malaysia, cakupan vaksinasi dosis dua Indonesia masih relatif tertinggal.  Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk terus mempercepat vaksinasi," kata Luhut.

Ia mengatakan, capaian vaksinasi dosis dua di Jawa-Bali belum sampai pada level yang aman, terutama untuk lansia. Berdasarkan data pemerintah hingga Senin (25/10/2021) pukul 12.00 WIB, jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis kedua mencapai 68.264.009 orang atau 32,78 persen dari target sasaran yang ditetapkan. Sedangkan jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 113.424.379 orang atau 54,46 persen dari sasaran yang ditetapkan. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Pemerintah menargetkan 208.265.720 orang sebagai sasaran vaksinasi Covid-19. Luhut mengatakan, penting untuk terus mengakselerasi vaksinasi, utamanya pada kalangan lansia. "Karena yang meninggal sekarang rata-rata yang lansia dan komorbid dan yang belum divaksin," ujarnya.

Pejabat-pejabat terkait, selain mengingatkan tentang kerelaan masyarakat untuk segera menerima vaksin Covid, juga meminta masyarakat terus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebab, sejumlah negara di Eropa kembali mengalami kenaikan kasus Covi-19 signifikan meski capaian vaksinasinya cukup tinggi. Kenaikan kasus disebabkan adanya relaksasi kegiatan sosial bersamaan dengan kelalaian terhadap protokol kesehatan. "Ini saya mohon dimengerti, jadi kalau ada langkah-langkah kami yang kelihatan ketat, kami memang mempertimbangkan betul karena kalau sudah nanti (Covid-19) nyebar, baru pada ribut," kata Luhut.

Untuk kita di Aceh yang sejak beberapa hari lalu sudah mendapat banyak kelonggaran, seperti diizinkan menggelar pesta perkawinan, mengadakan seminar secara tatap muka, dan lain-lain, penegasan Menteri Luhut harus benar-benar kita perhatikan. Seperti diperingatkan banyak dokter dan ahli kesehetan masyarakat, kita jangan sampai lengah beraktivitas di tengah pandemi Covid-19 ini.  Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved