Luar Negeri
Arab Saudi Beli Pasir Dari Negara Lain, Padahal 95 Persen Daratannya Padang Pasir, Ini Alasannya
Orang-orang Arab Saudi dapat mengambil puluhan truk pasir kapan pun mereka mau tanpa membayar.
Pada tahun 2020, negara pengimpor pasir terbanyak di dunia adalah Singapura. Karena wilayahnya yang kecil, Singapura membutuhkan pasir untuk konstruksi dan reklamasi laut.
Menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), dalam 40 tahun terakhir, luas Singapura telah meningkat lebih dari 20% berkat lebih dari 517 juta ton pasir.
Sumber pasir Singapura terutama diimpor dari negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Kamboja, Indonesia dan Malaysia.
Di Indonesia, 24 pulau pasir hilang karena penambangan pasir ekspor.
Pada 2019, Malaysia melarang ekspor pasir ke Singapura sehingga menimbulkan ketegangan antara kedua negara.
Indonesia dan Kamboja melakukan hal yang sama dengan Singapura pada 2007 dan 2017.
Penelitian UNEP tahun 2021 menunjukkan bahwa penambangan pasir berdampak negatif pada spesies air, membuat banjir lebih sering terjadi dan meningkatkan erosi dan tanah longsor di sepanjang sungai dan danau.
Pada 2018, Vietnam berhasil memangkas 30% dari jumlah ekspor pasir ke luar negeri.
Baca juga: Negara Ini Menjelma Jadi Negeri Tanpa Musuh, Pemimpinnya Dihormati Seluruh Pemimpin Timur Tengah
Baca juga: Zidane Tak Tertarik Gantikan Ole Gunnar Solskjaer Latih Manchester United, Ini Alasannya
Baca juga: Polres Lhokseumawe Sita 2 Kg Sabu-sabu di Samudera Aceh Utara, 2 Tersangka Diamankan, Satu Lagi DPO
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-gurun-pasir-di-arab-saudi.jpg)