Internasional
Presiden Dewan Nasional Perlawanan Iran Kecam Rezim Teheran
Mariam Rajavi yang terpilih sebagai Preside Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI) mengecam Teheran.
Dimana menyatakan pembantaian 1988 sebagai kejahatan berkelanjutan terhadap kemanusiaan.
Dalam Kongres AS ke-117, House Resolution 118, yang memiliki 250 sponsor bersama, juga menggambarkan pembantaian itu sebagai kejahatan kemanusiaan.
Sementara itu, setelah terpilih sebagai presiden, Joe Biden membuka kembali negosiasi dengan Iran untuk bergabung kembali dengan JCPOA 2015.
Sebuah perjanjian antara Iran, AS dan kekuatan asing lainnya untuk membatasi program nuklir Iran dengan imbalan keringanan sanksi.
Baca juga: Mengenal Sosok Ebrahim Raisi Presiden Baru Iran, Ulama Ultrakonservatif Juga Algojo Massal 1988
Pada 2018, Trump menarik diri dari kesepakatan dan memulihkan sanksi.
Para pemimpin NCRI dan sekutu berpendapat Teheran menggunakan negosiasi JCPOA sebagai kedok.
Bahkan, terus melanjutkan upayanya untuk mengembangkan senjata nuklir.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/2910presiden-iran-ebrahim-raisi1.jpg)