Minggu, 12 April 2026

Berita Aceh Utara

Gadis Tamatan SMP Ini Rela tak Lanjut SMA Demi Mengajar Murid PAUD dan SD di Pedalaman Aceh Utara

Namun, keinginannya untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas atau SMA harus ia tunda karena ia menjadi guru bagi sepuluh murid PAUD dan dua murid SD

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Anacahyati (jilbab hitam) bersama muridnya dan Pengurus HMI Cabang Lhokseumawe - Aceh Utara yang melakukan kegiatan mengajar di PAUD Sejemput Asa di Dusun Sarahraja, Desa Luboek Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, baru-baru ini 

Namun, keinginannya untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas atau SMA harus ia tunda karena ia menjadi guru bagi sepuluh murid PAUD dan dua murid SD di tempat tinggalnya di pedalaman Aceh Utara
 

Laporan Zaki Mubarak | Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Anacahyati, gadis berusia 16 tahun ini baru tamat sekolah menengah pertama atau SMP tahun 2020.

Namun, keinginannya untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas atau SMA harus ia tunda karena ia menjadi guru bagi sepuluh murid PAUD dan dua murid SD di tempat tinggalnya di pedalaman Aceh Utara

Ya, tepatnya di Dusun Sarahraja, Desa Luboek Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, yang sejak 2021 memiliki satu PAUD dibagun para relawan dan masyarakat sekitar di pedalaman Aceh Utara itu. 

Sekolah itu diberi nama PAUD Sejemput Asa. 

Jika dia tak mengajar di sekolah ini, praktis anak-anak di dusun pedalaman Aceh Utara ini sangat sulit mendapat akses pendidikan SD, apalagi PAUD. 

Bagaimana tidak, jika tak ada PAUD Sejemput Asa ini, anak-anak di dusun terpencil ini harus ke SD terdekat, yaitu di kabupaten tetangga atau Aceh Timur yang harus menyeberang sungai menghabiskan waktu hampir 30 menit. 

Kemudian berjalan kaki lagi sekitar 40 menit.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe - Aceh Utara melakukan kegiatan mengajar ke Dusun Sarahraja, Desa Luboek Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, 21-24 Oktober 2021.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe - Aceh Utara melakukan kegiatan mengajar ke Dusun Sarahraja, Desa Luboek Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, 21-24 Oktober 2021. (Dok HMI Lhokseumawe - Aceh Utara        )

Baca juga: Nasib Guru Honorer di Pedalaman Aceh Utara, Tetap Mengajar Meski Sudah Diputus Kontrak

Sedangkan untuk ke SD di Aceh Utara justru lebih tak memungkinkan lagi karena bisa menghabiskan waktu perjalanan hingga tiga jam. 

Oleh karena itu, SD yang digabung di PAUD Sejemput Asa itu pun diakui pihak Dinas Pendidikan Aceh Utara, meski yang mengajar hanya seorang gadis tamatan SMP bernama Anacahyati. 

Secara keseluruhan, kata Muhammad Fadli, warga Dusun Sarahraja terdiri atas 36 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 120 orang.

Informasi miris ini disampaikan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Cabang Lhokseumawe - Aceh Utara, Muhammad Fadli, kepada Serambinews.com, Sabtu (30/10/2021). 

Ia mengetahui hal ini karena HMI Cabang Lhokseumawe - Aceh Utara baru saja melakukan kegiatan mengajar ke Dusun Sarahraja, Desa Luboek Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.

Kegiatan dalam rangka pengabdian untuk masyarakat di dusun pedalaman yang masih tertinggal di Kabupaten Aceh Utara itu mereka lakukan 21-24 Oktober 2021 dan mereka nginap di dusun ini. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved