Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Aceh Utara

Gadis Tamatan SMP Ini Rela tak Lanjut SMA Demi Mengajar Murid PAUD dan SD di Pedalaman Aceh Utara

Namun, keinginannya untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas atau SMA harus ia tunda karena ia menjadi guru bagi sepuluh murid PAUD dan dua murid SD

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Anacahyati (jilbab hitam) bersama muridnya dan Pengurus HMI Cabang Lhokseumawe - Aceh Utara yang melakukan kegiatan mengajar di PAUD Sejemput Asa di Dusun Sarahraja, Desa Luboek Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, baru-baru ini 

Program yang dinamakan HMI Mengajar itu mereka lakukan di Dusun Sarahraja untuk membantu permasalahan dan masyarakat kecil di sana sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. 

Baca juga: Boleh Sekolah Kalau Bisa Berenang, Derita Anak-anak di Pedalaman Aceh Utara

"Nah, Anacahyati adalah gadis yang masih usia 16 tahun dan tamat SMP tahun 2020 ini rela mengorbankan dirinya tak melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA demi mengajar anak-anak di PAUD Sejemput Asa itu.  

Meski ia tak mendapatkan honor dari pemerintah, tapi hanya dikasih semacam sedekah oleh camat, keuchik, kadus, atau para relawan yang berkunjung ke sana," kata Muhammad Fadli.

Padahal sesungguhnya, kata Muhammad Fadli, Anacahyati sesuai pengakuannya kepada mereka saat melakukan Program HMI Mengajar, ingin melanjutkan pendidikannya ke SMA. 

"Namun orang kampungnya meminta ia mengajar anak-anak di sana, karena sedih melihat pendidikan di kampungnya, ia harus mengubur cita-citanya sendiri untuk melanjutkan pendidikan ke SMA.

Ia rela berkorban mengabdi menjadi guru di PAUD Sejemput Asa, Dusun Sarahraja," kata Muhammad Fadli. 

Ironisnya lagi, kata Muhammad Fadli, sang ibu guru yang hanya tamatan SMP ini juga tak mendapat honor dari pemerintah, kecuali dikasih seikhlas hati oleh camat, keuchik, kadus, atau para relawan yang berkunjung ke sana.

Oleh karena itu, kata Muhammad Fadli, Anacahyati, berharap jika bisa selain diberikan gaji yang layak oleh pemerintah, dirinya juga bisa mendapatkan ijazah semacam paket C SMA agar ia bisa masuk Perguruan Tinggi. 

Baca juga: Suka Duka Sekolah di Pedalaman Aceh Utara, Anak-Anak Abeuk Reuling Bisa Bergembira

Tak ada jaringan ponsel

Lebih lanjut, Muhammad Fadli menceritakan Dusun Sarahraja merupakan daerah 3T paling pedalaman di Aceh Utara, jaringan internet/HP tidak ada di sana, sehingga sangat sulit untuk berkomunikasi. 

Akses masyarakat sangat sulit, baik itu jalur darat maupun jalur sungai.

Muhammad Fadli mengatakan pihaknya sangat miris dan sedih melihat kondisi yang serba sulit, padahal negara ini sudah 76 tahun merdeka. 

“Jangankan untuk bisa hedonisme, untuk kebutuhan dasarnya saja mereka hampir tidak ada, seperti dunia pendidikan, kesehatan, air bersih, akses jalan, itu semua masih sangat sulit,” jelasnya.

Lebih susah lagi, kata Muhammad Fadli, jika ada warga yang sakit karena tidak ada perawat di sana. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved