Berita Aceh Utara
Gadis Tamatan SMP Ini Rela tak Lanjut SMA Demi Mengajar Murid PAUD dan SD di Pedalaman Aceh Utara
Namun, keinginannya untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas atau SMA harus ia tunda karena ia menjadi guru bagi sepuluh murid PAUD dan dua murid SD
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Mursal Ismail
“Puskesmas ada, namun tidak terpakai karena susah para perawat pulang pergi dengan akses jalan yang sangat ekstrem.
Untuk sampai ke Dusun Sarahraja dari Desa Luboek Pusaka harus melewati sungai dan jalan kaki yang menghabiskan waktu sekitar 2 jam.
Belum lagi air bersih juga sulit di sana, masyarakat mandi, minum, nyuci, buang air besar dan air kecil dan sebagainya dengan air sungai kecil yang tentunya sangat jauh dari higienis.
Masyarakat yang bercocok tanam juga kesulitan karena ada gajah liar yang merusak tanaman di sana,” terangnya.
Atas kondisi yang telah ia lihat langsung itu, kata Muhammad Fadli, pihaknya mengaku sangat prihatin.
Padahal diakuinya anak-anak di sana juga memiliki semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan seperti anak-anak di daerah lainnya.
“Kita berharap ini menjadi perhatian khusus pemerintah daerah serta pemerintah pusat untuk dapat membantu masyarakat di sana.
Bahkan jika perlu kementerian langsung yang turun ke sana, tapi intinya negara harus hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Sarahraja,” harap Muhammad Fadli.
Begitulah potret, terutama pendidikan di salah satu lokasi pedalaman Aceh Utara tepatnya di Dusun Sarahraja, Desa Luboek Pusaka, Kecamatan Langkahan.
Potret ini direkam pengurus HMI Cabang Lhokseumawe - Aceh Utara dalam Program HMI Mengajar.
Program HMI Mengajar
Seperti diberitakan Serambinews.com sebelumnya, HMI Cabang Lhokseumawe - Aceh Utara melakukan kegiatan mengajar ke Dusun Sarahraja, Desa Luboek Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
Kegiatan dalam rangka pengabdian untuk masyarakat di dusun pedalaman yang masih tertinggal di Kabupaten Aceh Utara itu mereka lakukan 21-24 Oktober 2021 dan mereka nginap di dusun ini.
Program yang dinamakan HMI Mengajar itu mereka lakukan di Dusun Sarahraja untuk membantu permasalahan dan masyarakat kecil di sana sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
Hal ini sebagaimana disampaikan Kabid Pendidikan dan IPTEK HMI Cabang Lhokseumawe - Aceh Utara, Ari Maulana, kepada Serambinews.com, Sabtu (30/10/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anacahyati-gadis-tamatan-smp-jadi-guru.jpg)