Rabu, 13 Mei 2026

Kupi Beungoh

Refleksi Hari Santri Nasional Ke-6, Santri Siaga Jiwa Raga

Santri harus benar-benar menjadi pendakwah yang baik. Bukan menjadi pendakwah penghardik.

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Muhammad Syarif, SHI,M.H adalah adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh 

Ketiga: Santri harus berperan sebagai penerus ulama (nasibul `ulama). Santri merupakan kader para ulama masa depan Aceh. Dengan kapasitas keilmuannya harus mewarnai seluruh sendi kehidupan bernegara.

Di sinilah butuh standarisasi dan pengakuan akan ijazah alumni dayah. Tidak mungkin kompetensi santri diakui jika ijazah yang dikeluarkan oleh dayah sebagai lembaga yang mencetak kader ulama belum memiliki legal standing.

Oleh karenanya Dinas teknis dalam hal ini Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten/Kota mendorong agar dayah menerapkan kurikulum/silabus yang telah disusun oleh para Pimpinan Dayah yang kini menjadi konsensus bersama. Atawa Disdik Dayah Kabupaten/Kota harus mendorong penerapan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Dayah dalam menyongsong pelaksanaan Akreditasi Dayah Aceh.

Keempat: Santri harus benar-benar menjadi pelopor dalam memberantas kemaksiatan dilingkungannya. Dimana dengan kapasistas ilmu yang diterimanya selama modok atau bermukim di dayah/pondok pesantren, harus mampu menjadi insan yang tawadhuk, santun dan berbudi luhur.

Santri harus benar-benar menjadi pendakwah yang baik. Bukan menjadi pendakwah penghardik.

Kelima: Setiap tindakan yang dilakukann santri dayah harus mendapat ridha Allah. Apabila keridhaan Ilahi telah diperolehnya maka akan ada keberkahan dalam segenap aktifitasnya. Jangan cari sensasi dengan perbuatan yang aneh-aneh agar terkenal, karna itu mencoreng almamater dayahnya.

Keenam: Ciri khas santri dayah di Aceh wajib kuasai kitab turats sesuai jenjangnya. Termasuk di Dayah Terpadu (Moderen) dan Dayah Tahfidz. Walaupun durasi waktu dan kemampuan kitab turatsnya (dayah terpadu, dayah tahfidz) tidak sama kemampuannya dengan dayah salafiyah (tradisional).

Ketujuh: Patron kitab turats yang diperlombakan di Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) level nasional sudah selayaknya diajarkan di dayah seluruh Kab/Kota. Ini menjadi penting agar santri dayah Aceh mampu bersanding dengan santri nusantara.

Kedelapan: Santri dayah di Aceh harus diajarkan ketrampilan, bakat dan minat termasuk ketrampilan pertanian, ekonomi kreatif, teknologi karnanya menjadi menjadi modal besar dalam mewujudkan Aceh Carong dan Meuadab.

Krue semangat. Selamat memperingati Hari Santri Nasional ke-6 (22 Oktober 2015- 22 Oktober 2021), Santri sehat, santri siaga jiwa dan raga.(*)

*) PENULIS Muhammad Syarif, SHI,M.H adalah adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved