Kamis, 23 April 2026

Internasional

Para Pemimpin Dunia Sadar Jaga Hutan, Gelontorkan Dana Rp 171 Triliun

Para pemimpin dunia di COP26 sadar pentingnya menjaga hutan dari kepunahan. Strategi ini telah dipelopori oleh Arab Saudi sebagai bagian dari Inisiat

Editor: M Nur Pakar
AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS
(Dari kiri ke kanan) Presiden Bank Dunia David Malpass, Menteri Keuangan Kenya Ukur Yatani Kanacho, Mark Carney utusan khusus PBB untuk aksi iklim dan keuangan, Direktur IMF Kristalina Georgieva mengadakan diskusi panel di KTT Iklim PBB COP26 di Glasgow, Inggris, Rabu (3/11/2021) 

SERAMBINEWS.COM, GLASGOW - Para pemimpin dunia di COP26 sadar pentingnya menjaga hutan dari kepunahan.

Strategi ini telah dipelopori oleh Arab Saudi sebagai bagian dari Inisiatif Hijau Saudi untuk memerangi perubahan iklim.

Lebih dari 100 negara, termasuk AS, China dan Brasil menandatangani janji secara kolektif pada Selasa (2/11/2021).

Mereka sepakat menghentikan dan mencegah hilangnya hutan serta degradasi lahan pada tahun 2030.

Tetapi, juga memberikan pembangunan berkelanjutan dan mempromosikan transformasi pedesaan yang inklusif, seperti dilansir AFP, Rabu (3/11/2021).

Bersama-sama, para penandatangan terdiri dari 80 persen kawasan hutan dunia.

Baca juga: Aktivis Iklim Belanda Demonstrasi, Tuntut Bumi Sebagai Planet Layak Huni dan Adil

Janji untuk menanam lebih banyak pohon akan didukung dengan dana $12 miliar, sekitar Rp 171 triliun yang didukung 12 negara.

Sebanyak $1,5 miliar, sekitar Rp 21 tirlun akan diberikan ke Lembah Kongo, kawasan hutan terbesar kedua di Bumi setelah Amazon.

Tambahan $7,2 miliar, sekitar Rp 103 triliun akan datang dari investor sektor swasta.

Mereka juga berjanji untuk menghentikan investasi dalam kegiatan yang terkait dengan penggundulan hutan.

Seperti peternakan sapi, kelapa sawit dan kedelai, serta produksi pulp.

Pakar lingkungan percaya penanaman pohon dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Bahkan, akan membantu mengurangi suhu lingkungan di daerah perkotaan.

Hutan bakau, yang lazim di Teluk Arab, diyakini sangat efektif dalam netralisasi karbon.

Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman meluncurkan rencana itu bulan lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved