Internasional
Lebanon Promosikan Pariwisata Berslogan 'Crazy love'
Menteri Pariwisata Lebanon meluncurkan slogan baru untuk mempromosikan pariwisata negaranya yang sedang dihantam krisis berat.
SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Menteri Pariwisata Lebanon meluncurkan slogan baru untuk mempromosikan pariwisata negaranya yang sedang dihantam krisis berat.
Slogan 'Crazy Love' menggambarkan kerawanan kehidupan di sana.
Tetapi sebagai titik kebanggaan, yang secara kasar diterjemahkan menjadi "Aku mencintaimu dalam kegilaanmu."
Lebanon menderita krisis keuangan dan ekonomi yang oleh Bank Dunia disebut sebagai depresi terdalam dalam sejarah modern.
Kondisi diperparah dengan pandemi Covid-19 dan ledakan besar pelabuhan Beirut yang menghancurkan sebagian besar kota.
Baca juga: Arab Saudi Tuduh Hizbullah Sebagai Masalah Nyata di Lebanon
“Ini akan menjadi identitas wisata kami yang akan dilihat dunia,” kata Menteri Pariwisata Walid Nassar pada konferensi pers dengan menteri senior lainnya di Beirut.
Slogan itu dikembangkan tanpa biaya untuk Lebanon oleh perusahaan periklanan TBWA yang berbasis di Dubai.
Chief Creative Officer TBWA Walid Kanaan mengatakan hampir tidak mungkin menemukan cara memasarkan negara ini dalam cengkeraman krisis ekonomi.
Tetapi telah menemukan inspirasi dalam masyarakat Lebanon.
“Ini adalah negara kita, negara yang gila … gila dalam kehidupan malamnya, gila dalam makanan dan kemurahan hatinya," ujarnya.
"Dan tidak peduli seberapa gila situasi di Lebanon, kami hanya bisa mengatakan, 'kami mencintaimu dalam kegilaanmu,'” kata Kanaan, membuka slogan.
Baca juga: Hizbullah Dituduh Cengkeram Pemerintahan Lebanon
Awalnya sebuah lirik dalam sebuah lagu oleh penyanyi bintang Lebanon Fairuz yang dirilis sebelum pecahnya perang saudara Lebanon 1975-90.
Slogannya baru akan ditampilkan di pesawat maskapai nasional Lebanon Middle East Airlines dan media sosial.
Terjemahan bahasa Inggris resminya adalah “A crazy love.” Pariwisata, yang secara historis merupakan komponen utama ekonomi Lebanon.
Sekitar 2 juta wisatawan mengunjungi negara itu pada 2018.
Laporan media yang mengutip angka resmi menunjukkan jumlahnya turun menjadi beberapa ratus ribu orang pada tahun 2020.
Ribuan karyawan di industri makanan, minuman, dan hotel di negara itu telah diberhentikan.
Seiring, ratusan hotel dan restoran telah ditutup.
Slogan tersebut mendapat penolakan langsung dari Perdana Menteri Najib Mikati.
"Jika para menteri mengizinkan, 'dalam kegilaan Anda, kami mencintaimu" kata Mikati.
"Lebanon tidak gila ... mungkin cara pengelolaannya mengarah ke sana," kata perdana menteri tiga kali itu.
Baca juga: Sekjen Liga Arab Sesali Memburuknya Hubungan Lebanon dengan Negara Arab
Menanggapi komentar Mikati, Nassar kepada Reuters, Jumat (5/11/2021) mengatakan slogan itu berani, karena orang Lebanon sering bertindak ekstrem.
"Kami ekstrem dalam segala hal," katanya.
Dalam cinta, dalam kebencian, dalam patriotisme, kami mengambil semuanya secara ekstrem," jelas Nassar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tulisan-beirut-diganti-byerut-di-pelabuhan-beirut-lebanon.jpg)