Minggu, 3 Mei 2026

Berita Aceh Tamiang

Sekda Aceh Mondok Semalam di Dayah Perbatasan Manarul Islam, Ini Pesannya Kepada Santri

Sekda Aceh menyempatkan waktu untuk mondok satu malam di Dayah Perbatasan Manarul Islam Gampong Seumadam, Kecamatan Kejuruanmuda, Aceh Tamiang

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes, didampingi Kadis Dayah Aceh, Zahrol Fajri, Rais Ram Dayah Perbatasan Manarul Islam, Aceh Tamiang, sedang berdialog dengan santri wati di dayah setempat terkait kebersihan dayah dan pelaksanaan vaksin, Sabtu (6/11/2021). 

Laporan Herianto | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM - Sekda Aceh, dr Taqwallah M Kes, bersama Kepala Dinas Badan Dayah Aceh, Zahrol Fajri, S.Ag, MH dalam kunjungan kerjanya ke Aceh Tamiang terkait evaluasi pencairan dana desa dan pelaksanaan vaksin 2021, menyempatkan waktu untuk mondok satu malam di Dayah Perbatasan Manarul Islam Gampong Seumadam, Kecamatan Kejuruanmuda, Aceh Tamiang, pada Jumat (5/11) malam.

Kepada Serambinews.com, ia mengatakan mondok satu malam di Dayah Perbatasan Manarul Islam itu karena merasa rindu dengan dayah tersebut yang pernah diawasinya pada saat pembangunan dayah tersebut pada tahun 2008 lalu, pada masa rehab rekon Aceh pasca bencana gempa bumi dan tsunami.

Dayah perbatasan Manarul Islam, sempat mengalami masa surut, beberapa tahun lalu.

Tapi alhamdulillah, di bawah kepengurusan Ustad Mustafa Abdussalam Syah. M Kom,  dalam beberapa tahun terakhir ini, dayah tersebut sudah kembali bangkit dengan jumlah santrinya mencapai 638 orang dan guru 45 orang.

Baca juga: BREAKING NEWS - Jalan Nasional di Sultan Daulat Terendam Banjir, Lalu Lintas Terancam Terganggu

Ia mengatakan, sebanyak 639 orang santri, putra 321 orang dan putri 318 orang, untuk tingkat MTSN dan MA/SMP dan SMA itu, wajib diurus dengan baik.

Para guru yang ada di dayah ini, harus mampu mendidik para santri itu menjadi orang yang beguna bagi ummat.

Ia mengaku berkunjung ke dayah ini, tidak hanya sekedar mondok semalam untuk lihat-lihat, tapi lebih dari itu.

“ Saya ingin merehab dan membangun dayah ini sebaik mungkin, agar santri yang belajar di dayah ini menjadi senang dan bahagia melihat tempat pemondokannya yang bersih, indah dan sejuk dengan pepohonan,”ujarnya.

Luas dayah ini seluas 5 hektar, penataan lingkungannya, menurut Taqwallah belum memberikan kesejukan bagi para santri.

Baca juga: Gajah Liar Kembali Rusak Dua Rumah Warga di Bener Meriah

Karena di depan ruang belajar dan pemondokan santri, belum ditanami berbagai macam pohon.

Di depan ruang belajar dan tempat pemondokan santri, perlu ditanam pohon bebagai jenis buah-buahan.

Sehingga pada saat pohon itu tumbuh besar, ia tidak hanya memberikan kesejukan bagi santri, tapi memberikan manfaat buah untuk para santri.

Sebelum melakukan pertemuan dengan para santri dan guru dayah di Masjid Dayah Perbatasan Manarul Islam.

Sekda Aceh itu, meninjau asrama para santri, satu persatu. Ia ingin melihat kebersihan ruang santri, sampai ke toilet dan kamar mandi dan dapur dayah.

Selesai mennjau fasilitas yang ada di dayah, Sekda Aceh langsung melakukan pertemuan dengan para santri.

Dalam pertemuan ia berpesan kebersihan dan penataan barang dalam ruang belajar dan tempat tidur santri, perlu diatur dengan rapi.

Baca juga: Mahasiswa Doktoral Kedokteran Kupas Kelebihan Wudhu di Hadapan Santri, Wudhu Bentengi dari Penyakit 

Budaya bersih dan rapi itu, perlu diterapkan dalam jiwa para santri, agar melekat dalam hati dan jiwa santri, sehingga santri terbiasa hidup bersih dan rapi.

Diakhir pengarahannya, Taqwallah berpesan kepada pengurus dayah, agar santri yang ada di Dayah Perbatasan Manarul Islam ini, semuanya perlu divaksin.

Ini sangat penting, untuk meningkatkan kekebalan tubuh individu santri maupun kelompok di lingkungan dayah ini dari ancaman penularan virus corona.

Baca juga: Kepala Ibu Guru Pecah Dieksekusi Dengan Batu Koral, Kalung dan Gelang Emas Dibawa Kabur Pelaku

Kasus virus corona memang akhir-akhir ini sudah menurun, kata Sekda Aceh itu, tapi  ancaman penularan virus itu masih tetap ada, jika jumlah santri yang belum divaksin belum mencapai 95 persen.

Kalau jumlahnya santri yang sudah divaksin mencapai sebesar 95 persen dari jumlah santri, penularannya, semakin kecil.

Tapi bila jumlah santri yang divaksin masih sedikit, peluang untuk virus corona itu berkembang kembali menjadi besar.

Hal ini disebabkan, virus corona ditularkan dari manusia ke manusia saat berkomunikasi melalui pernapasan.(*)   

Baca juga: Optimalkan Layanan, 168 Mesin ATM BSI di Aceh Diganti dengan yang Baru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved