Breaking News:

Salam

Kegagalan dan Penundaan Investasi Jangan Terbiasa

Pengamat ekonomi Aceh, Rustam Effendi, menilai penundaan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU)

Editor: bakri
Serambinews.com
Rustam Effendi, Pakar Ekonomi Aceh 

PENGAMAT ekonomi Aceh, Rustam Effendi, menilai penundaan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Aceh dengan calon investor dari Uni Emirat Arab (UEA), Murban Energy, terkait rencana investasi di Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, merupakan suatu hal yang wajar dan lumrah.

"Ini harus dilihat dari sisi yang positif dengan tetap optimis sesuai tujuan semula. Apalagi kehadiran Aceh dalam even dunia ini sesuatu yang amat bernilai. Tidak semua provinsi ikut disertakan dalam even ini," katanya.

Penandatanganan MoU tersebut sedianya dilaksanakan pada 4 November 2021 di Dubai, UEA.

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, diundang untuk menghadiri acara yang diikuti Presiden Joko Widodo.

Belakangan Gubernur batal meneken MoU investasi senilai Rp 7 triliun itu lantaran pihak Murban Energy disebut-sebut belum siap melakukan review naskah MoU.

Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, yang sudah berada di Dubai untuk acara itu mengaku kaget dan kecewa setelah mengetahui MoU investasi di Pulau Banyak belum bisa ditantandatangani.

Mengingat delegasi Pemerintah Aceh yang dipimpin Gubernur, Nova Iriansyah, termasuk dirinya sudah terbang jauh-jauh ke UEA menghadiri undangan resmi dengan agenda penandatangan MoU.

"Ternyata dari 14 MoU itu rencana investasi Murban Energy di Kepulauan Banyak, tidak masuk di dalamnya,” katanya.

Dulmusrid juga mengaku belum mendapat penjelasan mengenai alasan tidak ditandatanganinya MoU rencana investasi di Pulau Banyak.

"Belum ada informasi resmi apakah pembatalan atau hanya ditunda," ujarnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved