Internasional
Perdana Menteri Palestina Tegaskan, Hanya Solusi Dua Negara Dapat Akhiri Apartheid Israel
Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh menegaskan Solusi Dua Negara, satu-satunya cara mengakhiri pendudukan Israel.
SERAMBINEWS.COM, RAMALLAH - Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh menegaskan Solusi dua negara, satu-satunya cara mengakhiri pendudukan Israel.
Dia memperingatkan Israel, penolakan solusi dua negara atas konflik yang telah berlangsung seabad itu akan melanggengkan sistem apartheid.
Bahkan, pada akhirnya menghasilkan realitas satu negara dimana Israel kehilangan karakter Yahudinya.
Dilansir AP, Kamis (11/11/2021), Pemerintah Israel yang dilantik Juni 2021 terdiri dari partai-partai dari seluruh spektrum politik.
Termasuk pendukung dan penentang negara merdeka Palestina.
Perdana Menteri Naftali Bennett menentang pembentukan negara Palestina dan telah menolak untuk bertemu dengan pejabat Palestina.
Pada konferensi pers dengan wartawan asing, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menuduh Bennett "tiga tidak."
Tidak untuk bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, tidak untuk negosiasi damai dan tidak untuk negara Palestina.
Baca juga: Eropa Prihatin Atas Keputusan Israel Menetapkan Kelompok Sipil Palestina Sebagai Organisasi Teroris
“Jika Anda memiliki tiga jawaban tidak, apa jawaban ya Anda?” tanya Shtayyeh.
Tampaknya menjadi referensi ke "Tiga Tidak" yang terkenal yang diadopsi oleh Liga Arab setelah perang 1967.
Tidak ada perdamaian dengan Israel, tidak ada pengakuan dan tidak ada negosiasi.
Sejak itu, Mesir dan Jordania telah berdamai dengan Israel dan empat negara Arab lainnya mengakuinya tahun lalu.
Shtayyeh mengulangi tuntutan lama Palestina untuk kesepakatan damai yang dinegosiasikan yang akan menciptakan negara Palestina.
Terletak di Jerusalem Timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza, wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967.
Dia meminta Amerika Serikat dan masyarakat internasional untuk berbuat lebih banyak untuk menghidupkan kembali proses perdamaian yang telah lama terbengkalai.
Israel mengatakan telah membuat tawaran murah hati kepada Palestina dalam putaran pembicaraan damai terakhir pada 1990-an.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perdana-menteri-palestina-mohammad-shtayyeh.jpg)