Breaking News:

Berita Banda Aceh

Dokter Paru Aceh Gelar Senam Pernafasan & Cek Kesehatan Paru, Ingatkan Bahaya Paparan Perokok Pasif

peringati hari Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) se-dunia, pengurus Perkumpulan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Aceh melakukan sejumlah acara

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Sejumlah dokter paru di Aceh melakukan senam pernafasan dalam rangka memperingati hari PPOK se Dunia di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh Minggu (14/11/2021) 

Laporan Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dalam rangka memperingati hari Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) se-dunia, pengurus Perkumpulan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Aceh melakukan sejumlah kegiatan.

Seperti senam pernafasan, penyuluhan kesehatan, konsultasi, pemeriksaan kesehatan paru gratis yang semuanya digelar di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh Minggu (14/11/2021).

Selain itu, pengurus PDPI Cabang Aceh juga dilaksanakan seminar secara virtual yang diikuti oleh semua anggota PDPI dan terbuka untuk dokter umum seluruh Aceh. 

Ketua PDPI Aceh dr Ferry Dwi Kurniawan SpP (K) mengatakan bahwa Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan suatu penyakit yang umumnya dapat dicegah dan ditangani.

Baca juga: Warga Abdya yang Hilang Ditemukan di Bawah Pohon Pala

Penyakit ini ditandai dengan adanya gejala pernapasan yang persisten dan keterbatasan aliran udara pernapasan karena adanya abnormalitas pada saluran napas dan atau alveolus yang biasanya disebabkan oleh pajanan yang signifikan terhadap partikel atau gas beracun.

PPOK biasanya dialami oleh perokok atau yang bekerja di tempat yang ada polusinya. PPOK biasanya dialami oleh orang yang berusia 40 tahun ke atas.

"Apalagi di Aceh merokok dan ngopi adalah salah satu kegiatan yang tersering atau budaya atau sudah menjadi tradisi hari setiap kebanyakan warga Aceh khususnya para pria.

Untuk itulah dibutuhkan penyuluhan tentang bahaya paparan perokok pasif serta obat-obatan bagi penderita agar tetap sehat,” ucap dr Ferry.

Baca juga: Cara Mudah Bersihkan Paru-paru dari Racun, Gunakan Jamu Jahe, Bawang Merah dan Kunyit

dr Ferry berharap melalui kegiatan yang dilaksanakan pihaknya bisa meningkatkan skill dan pengetahuan tenaga kesehatan di Aceh khususnya dokter dalam memberikan layanan terbaik kepada warga. 

Sebab, kata dr Ferry yang juga pengajar/KSM pulmonlogi dan kedokteran Respirasi di Universitas Syiah Kuala (USK) bahwa PPOK menjadi ancaman serius bagi masyarakat saat ini.

Jika tidak dilakukan manajemen  tatalaksana terapi yang tepat, dapat memperparah sakit yang diindap pasien.

"Semoga dengan adanya acara ini dapat menambah pengetahuan masyarakat dan tenaga kesehatan.

Sehingga penyakit PPOK di Indonesia khususnya Aceh dapat menurun dan tertangani dengan baik sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh," ujar de Ferry.(*)

Baca juga: Pria Mengaku Aparat Bawa Kabur Mobil Warga Aceh Tamiang, Korban Diturunkan di Stabat Sumatera Utara

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved