Internasional
Muslim Polandia Beri Bantuan Makanan ke Migran dan Tentara di Perbatasan
Pemimpin Muslim Polandia, Maciej Szczęsnowicz menangis ketika melihat para migran di perbatasan untuk pertama kalinya.
Tetapi dia berharap, beberapa makanan juga bisa sampai ke para migran.
Sementara zona perbatasan terlarang karena keadaan darurat yang berlaku sejak awal September 2021, pengiriman ke perbatasan menjadi sulit.
Tetapi, dia mendapat akses yang tidak dimiliki orang lain.
Dimana, pemandangan penderitaan orang-orang tepat di seberang pagar kawat berduri di Belarusia.
Baca juga: Perdana Menteri Polandia Dukung Pasukan Perbatasan, Ditembaki Pasukan Belarusia
Ribuan migran telah berusaha menyelinap melalui perbatasan timur Polandia dari Belarusia, berharap bisa menuju Eropa Barat.
Bagi politisi Polandia dan Uni Eropa, kedatangan para migran, sebagian besar Muslim dari Timur Tengah, dipandang sebagai masalah untuk dihentikan.
Tetapi ada sejumlah besar orang Polandia yang hanya melihat manusia membutuhkan uluran tangan dan telah mencari cara untuk membantu mereka.
Petugas medis telah pergi ke hutan untuk memberikan bantuan medis kepada mereka yang berhasil lolos.
Mereka sering sakit atau terluka.
Sementara itu, orang-orang di seluruh negeri menyumbangkan uang kepada organisasi yang memberi bantuan makanan bantuan lainnya kepada para migran di hutan.
Sebagian besar sukarelawan adalah Katolik Roma, seperti negara mereka.
Tetapi Szczęsnowicz mengepalai komunitas Muslim di Bohoniki.
Di mana minoritas kecil masih tinggal yang merupakan keturunan dari populasi Muslim Tatar yang menetap di daerah itu 600 tahun yang lalu.
Namun, dia mengatakan identitas Muslimnya hanya sekunder dalam hal membantu para migran.
"Kami seharusnya membantu semua orang yang memasuki perbatasan Polandia," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/muslim-polandia-bantu-migran.jpg)