Breaking News:

Luar Negeri

Protes Anti-kudeta Sudan Jadi Mematikan, 5 Demonstran Dilaporkan Tewas Tertembak

Di kota-kota seluruh Sudan, puluhan ribu orang masih turun ke jalan untuk menggelar aksi protes anti-kudeta sebagaimana dilansir BBC.

Editor: Faisal Zamzami
AFP
Pengunjuk rasa anti-kudeta Sudan membawa potret Perdana Menteri Abdalla Hamdok, yang digulingkan oleh militer, selama pertemuan di kota kembar Omdurman, ibu kota Khartoum pada 30 Oktober 2021, untuk menyatakan dukungan mereka bagi transisi demokrasi negara yang diambil alih oleh militer dan penumpasan yang mematikan gagal. 

SERAMBINEWS.COM, KHARTOUM – Komite Pusat Dokter Sudan melaporkan, sebanyak lima demonstran tewas dalam aksi protes pro-demokrasi di Sudan pada Sabtu (13/11/2021).

Dari kelima korban tewas tersebut, empat orang tewas karena luka tembak sedangkan satunya tewas karena tersedak gas air mata selama bentrokan dengan pasukan keamanan.

Di kota-kota seluruh Sudan, puluhan ribu orang masih turun ke jalan untuk menggelar aksi protes anti-kudeta sebagaimana dilansir BBC.

Polisi Sudan mengatakan, mereka hanya menggunakan kekuatan minimum untuk menahan aksi demonstrasi.

Televisi pemerintah melaporkan, 39 polisi terluka parah dalam bentrokan tersebut.

Kekerasan mematikan itu terjadi beberapa hari setelah dewan penguasa yang dipimpin militer diumumkan.

Panglima Militer Sudan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan ditunjuk sebagai kepala dewan penguasa pada Kamis (11/11/2021).

Burhan telah menanggalkan lengan sipil dari perjanjian pembagian pemerintahan, menangkap para pemimpin sipil, dan menyatakan keadaan darurat bulan lalu.

Pengambilalihan kekuasaan yang dilakukan militer Sudan pada 25 Oktober tersebut mengundang kecaman internasional.

Para pengunjuk rasa akhirnya turun ke jalan sejak saat itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved