Berita Aceh Tamiang
Hasil Kebun Terancam Membusuk, Masyarakat Bengkelang Kerahkan Alat Berat Perbaiki Jalan
Jalan berlumpur di Kampung Bengkelang, Bandarpusaka, Aceh Tamiang yang menghubungkan ke perkebunan warga sudah berhasil diperbaiki
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Jalan berlumpur di Kampung Bengkelang, Bandarpusaka, Aceh Tamiang yang menghubungkan ke perkebunan warga sudah berhasil diperbaiki.
Perbaikan jalan ini dilakukan secara bergotong-royong oleh warga bersama perangkat kampung dan Socfindo selaku mitra kampung.
Datok Penghulu Kampung Bengkelang, Ardan menjelaskan proses perbaikan jalan ini dilakukan selama dua minggu dengan dibantu satu unit alat berat milik Socfindo.
“Kendala selama ini kita (kampung) tidak memiliki alat berat, jadi dengan adanya bantuan alat berat ini, lubang-lubang berlumpur di tengah jalan bisa dikorek untuk kemudian diperbaiki,” kata Ardan, Selasa (16/11/2021).
Baca juga: Pria Mengaku Aparat Bawa Kabur Mobil Warga Aceh Tamiang, Korban Diturunkan di Stabat Sumatera Utara
Perbaikan ini dijelaskannya tidak hanya terhadap badan jalan berlumpur, tapi juga melakukan pelebaran jalan.
Lebar jalan ini bervariasi, ada yang tujuh meter dan delapan meter, tergantung kondisi jalan yang banyak menanjak.
Sedikit digambarkannya, kondisi jalan tersebut sebelumnya sama sekali tidak bisa dilalui bila musim hujan.
Kondisinya yang masih tanah langsung berubah kubangan lumpur. Padahal kata dia, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses warga menuju ke lahan perkebunan.
Baca juga: Harga Emas Turun, Berikut Rincian Harga Emas Hari Ini Per Gram, Selasa (16/11/2021)
“Selama ini kalau musim hujan ya tidak bisa ke kebun, buah yang sudah panen tidak bisa dikeluarkan, jelas rugi besar,” ujarnya.
Terpisah, Manajer Socfindo Sungailiput, Frans Tambunan menjelaskan keterlibatan mereka dalam gotong royong ini karena sudah menjadi mitra Kampung Bengkelang.
Dalam kemitraan ini, Socfindo berperan mengedukasi masyarakat tentang teknis bercocok tanam sawit hingga membantu menerbitkan Surat Tanda Daftar Usaha Perkebunan untuk Budidaya (STD-B).
Sejauh ini kemitraan telah dilakukan terhadap 900 petani yang tersebar di lima kecamatan di Aceh Tamiang, Tenggulun, Kejuruanmuda, Karangbaru, Rantau dan Bandarpusaka.
“Dari 900 petani ini kami akan menyeleksi menjadi 500 untuk menjadi petani sawit yang memiliki sertifikat RSPO. Tentu ini akan meningkatkan pendapatan petani,” kata Frans.
Baca juga: Kapan Makmum Mulai Baca Al-Fatihah? Setelah atau Serentak Dengan Imam? Ini Kata Ustad Abdul Somad
Bupati Aceh Tamiang, Mursil sebelumnya menyoroti memudarnya semangat gotong royong masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jalan-rusak-di-aceh-tamiang-diperbaiki-warga-2021.jpg)