Berita Bireuen
Jembatan dari Pohon Kelapa di Pante Peusangan Bireuen Rusak
Lokasi persis jembatan tersebut sebelah barat KM 35 lintasan Bireuen-Takengon dan masuk dalam dan berada antara perbatasan Bireuen dan Bener Meriah
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Salah satu jembatan di kawasan Pante Peusangan, Juli Bireuen di Alue Wak Lah dulunya jembatan beton.
Kemudian jebol dan sekarang dipasang pohon kelapa sudah rusak berat.
Padahal jembatan tersebut sebagai sarana utama bagi warga setempat untuk melintas
Lokasi persis jembatan tersebut sebelah barat KM 35 lintasan Bireuen-Takengon dan masuk dalam dan berada antara perbatasan Bireuen dan Bener Meriah.
Baca juga: Hasil Kebun Terancam Membusuk, Masyarakat Bengkelang Kerahkan Alat Berat Perbaiki Jalan
Baca juga: Bagian Bawah Tugu Cot Panglima Bireuen Mulai Longsor dan Terancam Ambruk
Saat ini jembatan tersebut, kata Keuchik Pante Peusangan, Juli Bireuen, Syamsuddin kepada Serambinews.com, Selasa (16/11/2021), kondisi jembatan semakin tidak nyaman untuk dilintasi, apalagi musim hujan.
“Jembatan memang sudah dipasang batang kelapa karena lantai jembatan permanen sudah lama jebol,” ujarnya.
Keuchik serta warga setempat sangat mengharapkan jembatan tersebut dibangun baru, selain lantainya sudah jebol, bagian bawah juga sebagian mulai dikikis.
Baca juga: Warga Jangka Bireuen Antusias Ikut Vaksinasi di Meunasah
Ini bertujuan untuk kelancaran akses jalan lintas utama bagi masyarakat Gampong Pante Peusangan
“Selain jembatan yang perlu dibangun baru, ruas jalan di kawasan tersebut kondisi rusak hendaknya dapat diaspal,” harap keuchik.
Dijelaskan, jembatan beton di Alue Wak Lah dan sering disebut jembatan Wak Lah hanya berukuran 4 xs 5 meter, dibangun tahun 1990-an.
Sejak setahun terakhir lantainya jebol fan dipasang batang kelapa.
Selain jembatan, juga butuh perbaikan satu box Alue Wak Lah dan satu box di kawasan Karang Ampar sebagai saluran air ke sungai.
Baca juga: Kapan Makmum Mulai Baca Al-Fatihah? Setelah atau Serentak Dengan Imam? Ini Kata Ustad Abdul Somad
Selain itu, jalan keluar masuk ke desa sepanjang 2 KM lebih juga rusak parah.
Kondisi jalannya bertanjakan dan turunan, sehingga menghambat kelancaran aktivitas masyarakat, ketika saat hujan sulit dilalui.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jembatan-dari-pohon-kelapa-di-bireuen-_-2021.jpg)