Internasional
Petugas Keamanan Junta Militer Sudan Tindak Keras Demonstran, 34 Orang Tewas
Pasukan keamanan Sudan menembakkan gas air untuk membubarkan demonstran di ibu kota Khartoum, Kamis (18/11/2021).
Mereka menentang kudeta yang menghentikan transisi demokrasi setelah penggulingan diktator lama Omar Al-Bashir pada 2019.
"Itu adalah hari yang sangat buruk bagi para pengunjuk rasa," kata Soha, seorang pengunjuk rasa berusia 42 tahun.
"Saya melihat seseorang dengan luka tembak di belakang saya dan ada banyak penangkapan" di Khartoum," tambahnya.
Upaya untuk membendung protes telah membuat ratusan orang ditangkap, termasuk aktivis, orang yang lewat dan jurnalis.
Kepala biro jaringan Qatar Al Jazeera ditangkap Minggu dan dibebaskan Selasa (14/11/2021)
Komite Sentral Dokter Sudan mengatakan pasukan keamanan juga telah menangkap orang-orang yang terluka di dalam rumah sakit Khartoum.
Asosiasi Profesional Sudan, payung serikat pekerja yang berperan dalam protes 2019, mengecam kejahatan besar terhadap kemanusiaan.
Mereka menuduh pasukan keamanan melakukan pembunuhan terencana.
Baca juga: Tentara Sudan Tabrak Seorang Penjahit, Pukul Tanpa Ampun dengan Tongkat
Sedangkan Abdel Fattah Al-Burhan telah menyatakan keadaan darurat usai menggulingkan pemerintah.
Burhan menahan kepemimpinan sipil, menggagalkan transisi ke pemerintahan sipil penuh dan menarik kecaman internasional.
Burhan menegaskan langkah militer bukan kudeta, melainkan dorongan untuk memperbaiki jalannya transisi pemerintahan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/demontran-anti-kudeta-militer-di-sudan.jpg)