Internasional
Aktivis Sudan Serukan Warga Kembali Demonstransi, Turunkan Junta Militer
Para aktivis Sudan menyerukan warga untuk kembali menggelar demonstrasi besar-besaran. Mereka tetap menuntut junta militer untuk mundur
Berbicara di ibukota Nigeria, Abuja, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken,Jumat (19/11/2021) mengatakan prihatin dengan pertumpahan darah pada Rabu (17/11/2021).
Dia mengutuk pembunuhan itu, dan mendesak militer untuk mengizinkan demonstrasi damai.
Para pengunjuk rasa menggambarkan perilaku polisi selama protes sebagai lebih agresif dari sebelumnya.
Hal itu menjadi tanda terbaru, militer ingin memperkuat posisinya.
Militer mengatakan protes damai diizinkan, tetapi bentrokan jalanan kembali mengguncang Khartoum.
Konfrontasi juga dilaporkan pada Kamis (18/11/2021) di kota kembar Khartoum, Bahri.
Baca juga: Petugas Keamanan Junta Militer Sudan Tindak Keras Demonstran, 34 Orang Tewas
Seorang saksi mata mengatakan pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan peluru tajam saat menyingkirkan barikade.
Seorang saksi di Omdurman, di seberang Sungai Nil, mengatakan pasukan keamanan juga menyingkirkan barikade.
Bahkan, menggunakan gas air mata saat menangkap pengunjuk rasa.
Sekelompok komite perlawanan lingkungan yang mengoordinasikan gerakan protes di timur Khartoum mengumumkan eskalasi terbuka terhadap kudeta.
"Sekarang kami membuat konsultasi di antara komite perlawanan tentang meningkatkan eskalasi terhadap kudeta," kata seorang anggota senior komite.
Gambar orang-orang yang tewas dalam demonstrasi sebelumnya dipajang tinggi-tinggi selama protes Rabu (17/11/2021).
“Saya tidak berpikir kekerasan akan berbuat banyak dalam melawan kudeta,” kata Jonas Horner dari Crisis Group.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/demontran-anti-kudeta-militer-di-sudan.jpg)