Rabu, 8 April 2026

Internasional

Aktivis Sudan Serukan Warga Kembali Demonstransi, Turunkan Junta Militer

Para aktivis Sudan menyerukan warga untuk kembali menggelar demonstrasi besar-besaran. Mereka tetap menuntut junta militer untuk mundur

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pemuda Sudan membakar dahan pohon saat ambil bagian dalam protes anti-kudeta di Bahr, ibu kota Khartoum, Kamis (18/11/2021). 

SERAMBINEWS.COM, KHARTOUM - Para aktivis Sudan menyerukan warga untuk kembali menggelar demonstrasi besar-besaran.

Mereka tetap menuntut junta militer untuk mundur dan mengaktifikan pemerintah sipil.

PBB juga telah meminta otoritas de facto dan pasukan keamanan Sudan untuk menahan diri.

Para demonstran bersumpah untuk meningkatkan protes setelah 15 warga sipil dilaporkan tewas pada Rabu (17/11/2021).

Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan dinilai telah menggagalkan transisi Sudan menuju pemerintahan sipil.

Dilansir AFP, Jumat (19/11/2021) para aktivis pro-demokrasi menghadapi perjuangan yang semakin berbahaya di jalanan.

Kematian pada Rabu (17/11/2021) menjadikan jumlah korban sejak kudeta 25 Oktober 2021 menjadi setidaknya 39 orang.

Baca juga: PBB Kutuk Pasukan Junta Militer Sudan, Tembak Mati Puluhan Demonstran

Kekerasan terbaru mengundang kecaman dari negara-negara Barat yang telah menangguhkan bantuan ekonomi sejak kudeta.

Terlepas dari tekanan ekonomi, Sudan sangat membutuhkan bantuan dan upaya menengahi jalan keluar dari krisis telah terhenti.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan konfrontasi dengan junta militer tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur.

“Kebebasan berekspresi dan berkumpul adalah hak asasi manusia mendasar yang diberikan kepada setiap orang Sudan,” kata Dujarric.

Dia menambahkan mereka perlu memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri secara damai dan tanpa takut akan pembalasan.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan itu menjadi momen yang sangat kritis.

Baca juga: Amerika Serikat Tunda Bantu Sudan Rp 9.9 Triliun, Sampai Junta Militer Mundur

Dia mengungkapkan perasaan positif tentang pembicaraan baru-baru ini yang diadakan oleh Asisten Menteri Luar Negeri Molly Phee di Khartoum.

Tetapi, tampaknya berlawanan dengan intuisi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved