Internasional
Ulama Syiah Irak, Moqtada Al-Sadr Minta Pecundang Tidak Ganggu Hasil Pemilu
Ulama Syiah berpengaruh Moqtada Sadr, pemenang besar Pemilu Irak bulan lalu minta pecundang tidak ganggu hasil pemungutan suara.
Sadr, bagaimanapun, menegaskan kembali perlunya membentuk pemerintahan mayoritas.
“Pilihan kami, sebagai individu atau entitas, adalah sebagai pemerintah mayoritas atau oposisi," ujarnya.
Sejak pemilu, Sadr yang pernah memimpin milisi melawan pasukan pemerintah Amerika dan Irak, berulang kali mengatakan bahwa calon perdana menteri harus dari partainya.
Para ahli mengatakan dia mencoba membangun mayoritas parlemen dengan bersekutu dengan kelompok-kelompok di luar komunitas Syiah.
Pemerintah baru, yang terpilih dalam pemungutan suara dengan jumlah pemilih yang rendah, akan mengambil alih kekuasaan.
Tetapi, 'Negeri 1001 Malam' itu masih yang terperosok dalam korupsi dan krisis ekonomi.(*)
Baca juga: Paus Fransiskus Kutuk Upaya Pembunuhan Keji ke Perdana Menteri Irak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ulama-syiah-irak-moqtada-al-sadr.jpg)