Breaking News:

‘Saya Merasa Dipermalukan’

H Nahrawi Nurdin alias Toke Awi menyatakan mundur dari Partai NasDem Aceh pimpinan Teuku Taufiqulhadi

Editor: hasyim
‘Saya Merasa Dipermalukan’
Foto/Ist
NAHRAWI NURDIN Mantan Pengurus NasDem Aceh

                                                                                                                        Ikut mundur

Selain Toke Awi, ternyata ada tujuh pengurus teras lainnya juga ikut mundur secara berjamaah. Alasannya sama, karena kecewa dengan sikap ketua DPW, Teuku Taufiqulhadi. Mereka adalah Sophan Sofyan, Wahyu Saputra SE, H Ilham Fahrul Fajar, Muhammad Idrawan Nasution, Junaidi, Marwan SE, dan Teuku Rahmad Iqbal, Sekretaris DPW Garda Pemuda Partai NasDem Aceh, organisasi sayap partai.

Sophan Sofyan yang dikonfirmasi Serambi mengaku mundur dari partai karena kecewa dengan sikap ketua. "Benar saya mundur karena dipimpin oleh ketua yang tidak punya komitmen membesarkan partai," ungkap Sophan.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Wahyu Saputra. "Rencana besok (hari ini-red) mau saya kasih surat pengunduran diri ke Kantor NasDem Aceh," kata Wahyu yang menjabat Wakil Ketua Bidang Pertanian, Peternakan dan Kemandirian Desa ini.

Ia mengungkapkan alasan mundur karena sudah tidak sejalan dengan gaya kepemimpinan ketua partai, Taufiqulhadi. Dalam mengambil tindakan, menurut Wahyu, Taufiqulhadi tidak berdasarkan keputusan rapat wilayah. "Main tunjuk pengurus DPD kabupaten/kota sesuka hatinya. Salah satu contoh di Pidie, pengurus DPW sudah sepakat untuk mempertahankan ketua lama, tiba-tiba dia mengirim WA untuk ketua lama dan anggota DPRK disana menunjuk Wabup Pidie sebagai ketua baru. Hasil rapat DPW dia mentahkan sendiri," ujarnya.

Ketua lama yang dimaksud Wahyu yang saat ini juga menjabat Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh adalah Jamaluddin. Sedangkan ketua DPD Partai NasDem Pidie yang baru ditunjuk adalah Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud.

"Di Aceh Utara lebih parah. Dia minta salah seorang anggota DPRK, namanya Iskandar untuk menyusun kepengurusan. Tiba-tiba dia tunjuk orang lain jadi ketua, namanya Zubir HT. Tanpa rapat DPW NasDem," kata Wahyu buka-bukaan.

Junaidi juga mengungkapkan persoalan yang terjadi di internal partai. Sebelum dilakukan perombakan pengurus, Junaidi menjabat sebagai wakil ketua, namun setelah terjadinya perombakan ditempatkan sebagai anggota Dewan Pakar Daerah.

"Tidak sejalan dengan kepemimpinan DPW Partai NasDem Aceh yang sudah jauh dari 'ruh' dan gagasan restorasi yang akrab didengungkan oleh H Surya Dharma Paloh selaku Ketua Umum DPP dan pendiri partai," ungkapnya singkat.

Menanggapi aksi mundur massal itu, Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Teuku Taufiqulhadi menyampaikan penyesalannya atas sikap pengurus, khususnya terhadap Nahrawi Nurdin alias Toke Awi.

"Saya menyesalkan bila benar Toke Awi keluar. Karena proses penyesuaian kepengurusan itu hal biasa dalam organisasi politik. Tapi persoalannya, hal berkaitan bergabung dan keluar seseorang dari sebuah organisasi politik adalah hak pribadi seseorang. Jadi saya tidak memiliki kata-kata lain selain menyesalkan saja," kata Taufiqulhadi melalui WhatsApp.(mas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved