Berita Aceh Jaya
Aceh Jaya Panen Jagung Hibrida di Laham 10 Hektar
Bupati Aceh Jaya T Irfan TB bersama Forkompinda melakukan panen raya jagung hibrida di lahan seluas 10 hektare di kawasan Gampong Tuwie Kareng
Penulis: Riski Bintang | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya
SERAMBINEWS.COM, CALANG - Bupati Aceh Jaya T Irfan TB bersama Forkompinda melakukan panen raya jagung hibrida di lahan seluas 10 hektare di kawasan Gampong Tuwie Kareng, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, Rabu (24/11/2021)
Gerakan panen tanaman jagung tersebut merupakan kerjasama Pemerintah Aceh dengan Pemkab Aceh Jaya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Jaya T. Reza Fahlevi mengatakan kabupaten Aceh Jaya mendapat bantuan tanaman jagung seluas 1100 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan yang bersumber dari APBA.
"Tanaman jagung seluas 1100 hektare itu tersebar di seluruh kecamatan dalam Kabupaten Aceh Jaya. di Kecamatan Pasie Raya mendapatkan alokasi kurang lebih 250 hektare, 10 hektare di Desa Tuwie Kareung," kata T. Reza Fahlevi.
Baca juga: Sulam Benang Emas dan Pucok On Nilam Bawa Dekranasda Aceh Jaya Bersinar di Aceh
Selain tanaman jagung, tambah Reza, Aceh Jaya juga mendapatkan bibit padi seluas 20 hektare, pupuk NPK sebanyak 25 ton, dan benih jagung 16 ton.
Dalam kesempaten itu T. Reza juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Distanbun Aceh telah membantu para petani di Aceh Jaya.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh Ir. Cut Hazimah diwakili Kabid Tanaman Pangan Safrizal menyampaikan, untuk tahun ini, pihaknya telah melakukan pengembangan tanaman jagung di Aceh Jaya seluas 1100 hektare yang bersumber dari anggaran APBA, APBN, dan Dana CSR.
Bantuan itu diharapkan menjadi ransangan bagi para petani, sehingga menjadi komoditi andalan di wilayah Aceh Jaya.
"Harga jagung rata-rata Rp 3800-4000 per kilo. Coba kita bayangkan tanaman jagung ditanam dalam lahan 1000 hektare dan panennya itu rata-rata 5-6 ton per hektare, berapa jumlah perputaran uang di petani," ujar Kabid Tanaman Pangan Distanbun Aceh.
Baca juga: Longsor di Bener Meriah, Siswa SD dan SMP Libur Sekolah Akibat Guru tak Bisa Datang
Selanjutnya, kata dia, pihak pemerintah yang akan menjembatani para petani dengan pembeli untuk menampung hasil pertanian guna mendukung masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Distanbun Provinsi Aceh juga akan menjembatani para petani di Aceh dengan pemerintah pusat tentang penyediaan alat pendukung bagi kelompok tani.
"Pemerintah pusat akan memfasilitasi petani minimal 20 hektare lahan per kelompok dengan syarat memiliki akses pemasaran, letaknya tidak terlalu jauh, memiliki akses ke lokasi dan memiliki sinyal atau titik koordinat," tambahnya.
Pemerintah akan menfasilitasi para petani berupa benih, pendampingan dan sarana pendukung lain guna mendukung masyarakat dalam upaya meningkatkan perekonomian.
Baca juga: Istri Wapres RI Terpukau Dengan Songket Motif Urat Meurante, Beli Songket Aceh Jaya
Sementara Bupati Aceh Jaya T. Irfan TB menyambut baik adanya program pengembangan tanaman jagung hibrida di Aceh Jaya yang sudah menuai hasil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/panen-jagung-hibrida-di-aceh-jaya.jpg)