Senin, 18 Mei 2026

Berharap Maju Setelah Pembangunan Kota Besar-besaran, Timor Leste Kini Malah Terima Masalah Serius

Namun, ada masalah besar yang kini mengintai Timor Leste di tengah kemajuan pembangunan yang kini sedang berkembang.

Tayang:
Editor: Amirullah
Google via Intisari
Fakta negara Timor Leste. 

Tantangan seperti itu memaksa pemerintah untuk menghabiskan lebih banyak sumber daya untuk pemeliharaan dan pekerjaan berulang.

Sementara kesempatan untuk mengembangkan kota lebih lanjut dengan memanfaatkan kegiatan ekonomi saat ini dan potensi pembangunan di masa depan diabaikan.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk memutus siklus ini?

Salah satu pendekatan mendasar adalah menyiapkan rencana pembangunan kota yang dapat memandu pertumbuhan kota di masa depan.

Pertumbuhan penduduk merupakan pendorong utama urbanisasi.

Di Dili, populasi telah meningkat dari 173.541 pada tahun 2010 menjadi 277.299 pada tahun 2015, dan diproyeksikan mencapai 400.000 pada tahun 2026.

Pertumbuhan tersebut tidak mengherankan mengingat orang pindah ke ibu kota untuk pekerjaan dan pendidikan.

Pertumbuhan penduduk, pada gilirannya, berkontribusi pada peningkatan permintaan akan tanah, perumahan, lapangan kerja, infrastruktur, dan layanan publik.

Tanpa pengelolaan yang tepat, pertumbuhan penduduk dan peningkatan permintaan akan menghambat pembangunan di kota dengan konsekuensi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat, ekonomi dan lingkungan.

Memiliki rencana pembangunan perkotaan untuk Dili akan memiliki dua tujuan, pertama, untuk mengidentifikasi, menangani dan memberikan solusi untuk masalah saat ini.

Lalu kedua, memberikan arahan bagi kota untuk tumbuh di masa depan melalui pengelolaan ruang kota yang lebih baik untuk berbagai aktivitas manusia dan ekonomi.

Artikel ini telah tayang di Intisari-online.com dengan judul Berharap Makin Maju Setelah Pembangunan Kota, Timor Leste Malah Menerima Masalah Besar Setelah Kotanya Makin Maju, Kondisi Rawan dan Situasi Memburuk Ini Justru Mengintai

Baca juga: Singapura Getol Tolak Timor Leste Gabung dengan ASEAN, Dianggap Beban Meski Punya Ladang Minyak

Baca juga: Dilarang Selama Kependudukan Indonesia, Timor Leste Hidupkan Lagi Ritual yang Libatkan Pengorbanan

Baca juga: Dibocorkan Mata-mata yang Membelot, Timor Leste Jalin Kerjasama Lagi Dengan Australia, Tertipu Lagi?

Baca juga: Pernah Pakai Bahasa Indonesia, Kini Timor Leste Pilih Bahasa Ini Jadi Bahasa Nasional,Ini Sejarahnya

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved