Senin, 27 April 2026

Dana Pemda Nganggur Rp 226 Triliun di Bank, Presiden Jokowi Heran

Padahal, kata Jokowi, tahun 2021 tinggal satu bulan lagi. Seharusnya, Pemda gencar menghabiskan anggaran untuk pembangunan daerahnya.

SETNEG/Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti anggaran pemerintah daerah (Pemda) yang justru makin banyak menganggur di bank.

Padahal, kata Jokowi, tahun 2021 tinggal satu bulan lagi. Seharusnya, Pemda gencar menghabiskan anggaran untuk pembangunan daerahnya.

Presiden mendapati laporan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahwa dana Pemda di bank mencapai Rp 226 triliun. Padahal akhir Oktober 2021 lalu, anggarannya lebih kecil, yakni sekitar Rp 170 triliun.

"Saya dulu peringatkan di Oktober, Rp 170 triliun (dana yang menganggur di bank). Ini naik menjadi Rp 226 triliun. Ini perlu saya ingatkan, uang kita sendiri saja tidak digunakan, kok ngejar orang lain untuk uangnya masuk. Logikanya enggak kena," kata Jokowi saat acara Rapat Koordinasi Nasional dan Anugerah Layanan Investasi 2021 yang disiarkan kanal YouTube BKPM TV, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Jet Tempur Israel Kembali Serang Markas Hizbullah di Suriah, Empat Orang Tewas

Baca juga: Abdallah Hamdok Kembali Jadi Perdana Menteri Sudan, Berjanji Usut Pembunuhan Demonstran

Baca juga: Pansus DPRK Banda Aceh Gelar RDPU Raqan Perumdam Tirta Daroy

Jokowi mengatakan, jika sepertiga dana APBN disalurkan kepada Pemda karena adanya otonomi daerah.

Nilainya, sekitar Rp 642 triliun dana APBN. Namun, Kepala Negara menyesalkan jika Pemda tak cepat dalam menyerap anggaran. Sehingga dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum, justru masih tersimpan di bank.

"Tapi saya harus ngomong apa adanya. Kita tahu defisit APBN tidak kecil, Rp 548 triliun. Sebagian dari APBN dikirim melalui transfer ke daerah sebanyak Rp 642 triliun baik provinsi, kabupaten," ungkap Jokowi.

"Artinya, itu uang yang siap Rp 642 triliun. Kita belum gunakan uangnya orang lain, uang yang kita sendiri saja, Rp 642 triliun. Saya harus ngomong apa adanya, masih ada tadi pagi. Ini sudah akhir November, tinggal sebulan lagi. Tidak turun justru naik," jelas Jokowi.

Untuk itu Jokowi mengimbau Pemda, baik gubernur maupun bupati segera menghabiskan anggaran sebelum menarik investasi. Bila dana yang berasal dari dua sumber itu terealisasi dengan baik, maka multiplier effect-nya pun akan tercipta.

"Uang kita sendiri dihabiskan segera, direalisasikan segera, baru cari investor untuk uang datang. Logika ekonominya seperti itu. Ini masih Rp 226 triliun, lho. Gede sekali ini," pungkas Jokowi.

Jabar Cemerlang

Baca juga: Pengurus Masjid Agung Babussalam Sabang Seleksi Muazin Shalat Jumat, Silakan Daftar, Ini Syaratnya

Baca juga: Ikatan Cinta: Irvan Kaget, Jessica Ingin Pergi ke Rumah Andin, Aldebaran Sedih

Baca juga: RSUD Kota Subulussalam Luncurkan Dua Nomor Call Center Pelayanan, Catat Ini Nomornya

Jokowi mengatakan, investasi adalah jangkar pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Presiden juga menyebut, investasi bisa menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi.

Jokowi mengaku senang karena ada beberapa kementerian/lembaga, provinsi, maupun kabupaten kota yang mendapatkan anugerah dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), baik yang berkaitan dengan realisasi investasi maupun urusan perizinan.

Secara spesifiik, Presiden Jokowi menyebut provinsi Jawa Barat sebagai salah satu wilayah yang memiliki realisasi investasi yang cukup cemerlang.

"Realisasi investasi bagus di Jawa Barat," kata Presiden.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved