Breaking News:

Guru Tak Bisa ke Sekolah karena Longsor, Ratusan Pelajar Terpaksa Libur

Mereka terpaksa libur karena gurunya tidak bisa hadir ke sekolah akibat jalan yang tertimbun material longsor belum bisa dilalui

Editor: bakri
Serambi Indonesia
Alat berat membersihkan material longsor di jalan menuju Kampung Panton Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Rabu (24/11/2021). 

Ahmad Yani, guru honorer yang tinggal di kampung itu menuturkan, karena longsor, guru-guru lain yang kebanyakan tinggal di luar Kampung Panton Kemuning tidak bisa ke sekolah karena akses jalan tertutup material longsor. Sehingga aktivitas belajar mengajar tidak bisa dilaksanakan.

“Kebanyakan guru dari luar dan yang menetap di kampung ini hanya tiga guru honorer,” jelas Ahmad Yani.

Di kampung itu, sebutnya, ada 129 siswa yang tak dapat mengikuti proses belajar mengajar. Mereka terdiri atas 89 murid SD Panton Kemuning, 30 pelajar SMP setempat, dan 10 siswa SMA yang belajar di pusat kecamatan.

“Kita berharap material longsor ini segera dibersihkan, sehingga proses belajar mengajar dapat kembali normal seperti biasa,” harapnya.

Sementara itu, Sekdes Kampung Panton Kemuning, M Nasir, mengatakan, akibat bencana alam tersebut, badan jalan tertimbun tanah longsor di empat titik dan lima rumah nyaris ambruk.

“Dari lima rumah tersebut, empat unit di antaranya hampir ambruk karena pondasinya terkikis longsor,” ujar M Nasir.

Kemudian, satu rumah lagi lantainya sudah retak dan terbelah dua bagian karena tanahnya sudah amblas. Menurut M Nasir, penduduk yang tinggal di kampung itu sebanyak 225 kepala keluarga (KK) atau 798 jiwa.

Pantauan Serambi di lokasi longsor, Rabu (24/11/2021), satu beko milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah membersihkan material longsor yang masih menutupi badan jalan. Lokasi itu merupakan dibanding dua titik lainnya yang sudah dibersihkan.

Dalam pembersihan tersebut, personel BPBD Bener Meriahturut dibantu oleh personel Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor, TNI/Polri, dan warga setempat.

Di lokasi yang terparah itu sebenarnya sudah dibersihkan menggunakan alat berat, namun material longsor masih terus turun ke badan jalan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved