Breaking News:

Kabag Banops Densus 88 Sebut Teroris yang akan Ditangkap Selanjutnya Bakal Gegerkan Publik

Aswin mengatakan siapapun yang ditangkap nantinya, publik diharapkan tidak meributkan status atau jabatan yang bersangkutan.

ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL
Petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 membawa terduga teroris dari Lampung setibanya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (16/12/2020). Sebanyak 23 orang terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap di Lampung dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh Densus 88. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil meringkus orang-orang yang terafilisiasi dengan kelompok jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) beberapa waktu belakangan.

Namun, Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabag Banops) Densus 88 Polri Kombes Pol Aswin Siregar tak menutup kemungkinan akan meringkus kembali pihak yang terkait jaringan teroris JI.

Bahkan dia menyebut tangkapan berikutnya bisa menggegerkan publik.

"Ini masih banyak lagi sebenarnya. Nanti mungkin, kita tidak mau berandai-andai, bahwa kalau ada penangkapan selanjutnya, nanti akan mengejutkan lagi, 'siapa lagi nih orangnya?'," kata Aswin, saat konferensi pers di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Kamis (25/11/2021).

Saat dikonfirmasi lebih lanjut, Aswin mengatakan siapapun yang ditangkap nantinya, publik diharapkan tidak meributkan status atau jabatan yang bersangkutan.

Sebab yang menjadi dasar dari Densus 88 bertindak adalah adanya bukti keterlibatan yang cukup terkait perkara terorisme.

Baca juga: Densus 88 Ungkap Teroris Yang Ditangkap Berikutnya Bakal Hebohkan Publik, Sering Muncul di TV

Baca juga: Ayah Vanessa Angel Enggan Komentari Penggalangan Dana untuk Gala Sky, Fokus Pengajian 40 Harian

Baca juga: Oknum Polisi Selingkuh dengan Wanita Bersuami, Video Syur Bripka RY di Flashdisk Jadi Barang Bukti

Baca juga: Lebih Baik dari Semua Minuman Isotonik, dr Zaidul Akbar Ungkap Cairan Pencegah Dehidrasi Alami

"Kita ingin membuat publik mengerti apa yang menjadi dasar bagi Densus 88 dalam bertindak, yaitu bukti permulaan yang cukup terkait perkara tersebut. Jadi jika nanti ada penangkapan, agar kita semua tidak lagi meributkan status para tersangka yang ditangkap, khususnya secara sosial, politik dan institutional," kata Aswin, ketika dihubungi Tribunnetwork, Selasa (30/11).

Aswin menegaskan penangkapan dilakukan semata-semata berdasarkan alat bukti yang dimiliki oleh penyidik Densus 88. Karenanya, dia meminta publik tidak salah mengartikan bahwa pihaknya sudah menargetkan pihak-pihak tertentu dari jauh-jauh hari.

"Jadi tidak ada menyasar siapapun. Penyidik hanya mendasarkan penangkapan tersangka berdasarkan alat bukti yang diperoleh dari investigasi kami," ucapnya.

Senada, Peneliti Ruangobrol Kharis Hadirin mengaku tak heran jika benar ada nama besar yang diangkut ke depan. Sebab menurutnya dari informasi grassroots dalam jaringan JI, banyak diketahui bahwa nama-nama besar terlibat sejak lama, mulai dari akademisi hingga politisi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved