Breaking News
Rabu, 20 Mei 2026

Tekan Kemiskinan Lewat Dana Desa

Plt Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Aceh (DPMG) Aceh, Zulkifli meminta setiap desa/ gampong agar memanfaatkan dana desa

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Plt Kadis DPMG Aceh, Dr Zulkifli, sedang berikan penjelasan pemanfaatan dana desa yg berkualitas untuk kesejahteraan masyarakat desa, pada acara evaluasi dana desa 2021, perencanasn percepatan percairan dana desa 2022 dan evaluasi vaksin di desa, di Gedung DPRK Aceh Tamiang, Sabtu (6/11/2021). 

* Mulai Tahun 2022

BANDA ACEH - Plt Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Aceh (DPMG) Aceh, Zulkifli meminta setiap desa/ gampong agar memanfaatkan dana desa untuk program pembinaan ekonomi bagi penduduk miskin yang ada pada gampong masingmasing.

Penegasan ini disampaikan saat membuka rapat koordinasi (rakor) antara DPMG Aceh bersama 23 DPMG kabupaten/ kota di Hotel Grand Arabia, Banda Aceh, Senin (29/11/2021). “Jumlah gampong di Aceh sebanyak 6.497 gampong.

Baca juga: DPRA Sepakat RAPBA 2022 Diqanunkan, Pakar Sebut Pengesahan Lambat Akibatkan Kemiskinan Bertambah

Baca juga: Pemerintah Targetkan Nol Persen Kemiskinan Ekstrem pada 2024

Jika setiap gampong di Aceh, mulai tahun 2022, melalui sumber dana desa memprogramkan pembinaan ekonomi bagi penduduk miskin di gampongnya minimal tiap gampong 2 KK (kepala keluarga) atau 10 jiwa saja untuk bisa keluar dari kemiskinan.

Maka pada akhir tahun depan ada sekitar 64.970 orang penduduk gampong yang tidak miskin lagi,” ungkapnya.

Papan bunga ucapan selamat kepada Pemerintah Aceh sebagai bentuk sindiran kegagalan Pemerintah Aceh dalam menurunkan angka kemiskinan di Aceh tertinggi di Sumatera sejak beberapa tahun terakhir ini. Papan bunga terpasang sejak Rabu (17/02/2021) di depan kantor Gubernur Aceh sepanjang Jalan Teuku Nyak Arief.
Papan bunga ucapan selamat kepada Pemerintah Aceh sebagai bentuk sindiran kegagalan Pemerintah Aceh dalam menurunkan angka kemiskinan di Aceh tertinggi di Sumatera sejak beberapa tahun terakhir ini. Papan bunga terpasang sejak Rabu (17/02/2021) di depan kantor Gubernur Aceh sepanjang Jalan Teuku Nyak Arief. (KOMPAS.COM/TEUKU UMAR)

Zulkifli mengatakan, ke depan jangan ada lagi budaya saling menyalahkan orang lain dalam pengelolaan dana desa.

“Sekarang, mari kita perbaiki yang belum baik dan bagus, menjadi bagus dan baik,” ujarnya.

Zulkifli menyebutkan, saat ini total dana desa yang telah diterima 6,497 gampong di Aceh sejak tahun 2015 sampai 2021, mencapai Rp 29,8 trilliun.

Pada tahun 2021, Aceh termasuk dalam lima besar penerima dana desa di Indonesia.

“Tapi kenapa angka kemiskinan di Aceh masih tetap tinggi dan bahkan untuk Pulau Sumatera, kita termasuk yang tertinggi mencapai sebesar 15,43 persen.

Persentase itu menggambarkan, jumlah orang miskinnya masih di Aceh masih ada 833.910 orang lagi dari jumlah penduduk sekitar 5,2 juta jiwa,” sebut dia.

Baca juga: Tekan Angka Kemiskinan, YARA Minta Pemerintah Aceh Tingkatkan Pendapatan Rakyat, bukan Data Perokok

Karena itu, sambung Zulkifli, mulai tahun depan perangkat gampong harus bersatu padu dan berkolaborasi mengelola dana desa dengan tujuan kemandirian gampong.

“Rencanakan program pembagunan gampong dengan musyawarah yang demokratris, transparan, serta bisa dipertanggung jawabkan secara hukum penggunaan dana desanya,” pintanya.

Sumber Bantuan Langsung Tunai

Dalam kesempatan yang sama, Plt DPMG Aceh, Zulkifli juga menyampaikan dana desa yang disalurkan pemerintah pusat ke Aceh tahun ini mencapai Rp 4,9 triliun.

Baca juga: Kepala Bappeda Aceh Bagi Tips Turunkan Angka Kemiskinan, Disampaikan kepada Kepala Bappeda Se-Aceh 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved