Selasa, 21 April 2026

Internasional

AS Dukung Solusi Dua Negara Palestina-Israel, Perluasan Pemukiman Yahudi Jadi Penghalang

Pemerintah Amerika Serikat tetap mendukung solusi dunia negara untuk perdamaian Palestina dan Israel.

Editor: M Nur Pakar
NBC News
Duta Besar AS di PBB Linda Thomas-Greenfield 

SERAMBINEWS.COM, WASHNGTON - Pemerintah Amerika Serikat tetap mendukung solusi dunia negara untuk perdamaian Palestina dan Israel.

Tetapi, perluasan pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan telah menjadi penghalang proses perdamaian.

Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield, kepada Dewan Keamanan (DK) PBB mengatakan pemerintahan Joe Biden masih sangat percaya pada solusi dua negara,

Dilansir AP, Rabu (1/12/2021), dia baru-baru ini mengunjungi Israel dan Tepi Barat, Palestina.

Dia mengatakan Israel dan demokratis harus hidup dalam damai bersama seorang Palestina yang berdaulat sebagai sebuah negara.

Baca juga: Pemukim Yahudi Gunakan Kekerasan Bersenjata Usir Petani Palestina di Tepi Barat

Dia mengulangi penentangan AS terhadap perluasan pemukiman Israel.

Greenfield mengatakan praktik tersebut telah mencapai titik kritis.

Bahkan, telah merusak bahkan kelangsungan solusi dua negara yang terus dinegosiasikan, katanya.

Thomas-Greenfield mengatakan Israel dan Palestina terkunci dalam spiral ketidakpercayaan yang mencegah kerjasama.

Jug gagal membangun kembali kepercayaan satu sama lain sebagai kunci untuk maju menuju perdamaian.

Dia tidak menyebutkan Kuartet, tetapi mengatakan kedua belah pihak berbicara tentang perlunya langkah-langkah membangun kepercayaan.

Baca juga: Pemukim Yahudi Lempar Batu ke Mobil Warga Palestina, Pengemudi Terluka Parah

Dia berharap, kedua pihak akan dapat meruntuhkan tembok ketidakpercayaan.

Membangun kepercayaan perlu dilakukan terutama antara Israel dan Palestina, kata duta besar AS itu.

Tetapi Dewan Keamanan harus memfasilitasi langkah-langkah konstruktif dengan menegakkan resolusi.

Seperti membatasi kegiatan Iran, ancaman nuklir, dukungan untuk organisasi teroris seperti Hamas dan Hizbullah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved