Oemar Diyan Lahirkan Hafiz 30 Juz Pertama
Pesantren Modern Tgk Chiek Oemar Diyan, Indrapuri, Aceh Besar, berhasil melahirkan hafiz 30 Juz pertama
BANDA ACEH - Pesantren Modern Tgk Chiek Oemar Diyan, Indrapuri, Aceh Besar, berhasil melahirkan hafiz 30 Juz pertama.
Hafiz tersebut adalah Hafizh Anshori yang kini tercatat sebagai santriwan Kelas 6 Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Tgk Chiek Oemar Diyan.
Atas prestasi itu, pihak pesantren memberikan hadiah kepada Hafizh berupa piagam penghargaan dan beasiswa yakni bebas SPP selama satu semester.
Baca juga: Sekda Aceh Minta Oemar Diyan Jadi Pelopor Vaksinasi Santri
Baca juga: Tiga Santri Oemar Diyan Wakili Aceh ke Tingkat Nasional
Baca juga: 9 Santri Dayah Oemar Diyan Indrapuri Lulus SNMPTN ke USK, 6 Dapat Undangan ke UIN, Ini Nama-namanya
Piagam penghargaan kepada Hafizh diserahkan Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, di masjid kompleks dayah tersebut kawasan Desa Krueng Lam Kareung, Kecamatan Indrapuri, pada Senin (29/11/2021) petang.
Acara itu disaksikan Pimpinan Pesantren Tgk Chiek Oemar Diyan, Tgk H Fakhruddin Lahmuddin SAg MPd, bersama guru dan santri setempat.
Ustaz Fakhruddin kepada Serambi, di Banda Aceh, Selasa (30/11/2021), mengatakan, hal itu merupakan prestasi tersendiri bagi dayah tersebut.
Sebab, menurutnya, selama ini Pesantren Tgk Chiek Oemar Diyah fokus pada kegiatan akademik, bahasa Arab dan bahasa Inggris, serta pembentukan karakter dan kemandirian santri.
“Makanya, kita tidak membuka program Tahfiz yang intensif,” ujarnya.
Tapi, lanjut Ustaz Fakhruddin, melihat animo masyarakat agar santri dayah itu juga bisa menghafal Alquran, maka mulai tahun ajaran 2021/2022 pihaknya membuka program Tahfiz intensif.
Baca juga: Latih Kemandirian Santri, Dayah Oemar Diyan Gelar Pekan Perkemahan Akbar
Baca juga: Dirlantas Polda Aceh Sosialisasi Protokol Kesehatan di Ponpes Tgk Chiek Oemar Diyan
Baca juga: Ratusan Siswa Dayah Oemar Diyan Jajaki Tempat Kuliah ke Malaysia dan Jawa
“Agar visi misi dayah dan program tahfiz bisa sama-sama terlaksana, maka kita mengkombinasikan antara kegiatan akademik dan hafalan Alquran,” ungkap Ustaz Fakhruddin.
Caranya, sebut Ustaz Fakhruddin, pertama-tama santri yang ingin masuk program Tahfiz diseleksi dan yang bacaan Alqurannya bagus yang dibolehkan ikut.
Lalu, peserta juga harus memiliki prestasi akademik.
“Ini kita lakukan agar santri yang ikut program Tahfiz juga tetap mampu bersaing dalam bidang akademik.
Karena itu, hafalan Alquran dan pelajaran sekolah kita buat selang seling,” jelasnya.
Saat ini, sebut Ustaz Fakhruddin, peserta program Tahfiz di dayah itu sebanyak 60 orang yang terdiri atas 30 putra dan 30 putri.
Mereka dibagi dalam empat kelompok dimana setiap kelompok diisi oleh 15 santri.
“Setiap kelas dibimbing oleh seorang ustaz/ustazah,” katanya.
Dengan cara itu, tambah Ustaz Fakhruddin, dalam satu semester seorang santri ditargetkan bisa menghafal 3 Juz atau 6 Juz dalam setahun.
“Jadi, maksimal dalam lima tahun santri sudah bisa menghafal Alquran 30 Juz,” ucap Ustaz Fakhruddin.
Khusus Hafizh Anshori, tambahnya, ia hanya butuh waktu sekitar empat bulan untuk bisa menghafal Alquran 30 Juz.
Hal itu, menurut Ustaz Fakhruddin, tak lepas dari ketekunannya dalam mengikuti program tersebut.
“Selain itu, selama ini ia juga sudah mampu menghafal 16 Juz. Sebab, selama Covid-19, Hafizh Anshori tetap tinggal di pesantren untuk meningkatkan hafalannya dengan dibina oleh seorang pembimbing.
Alhamdulillah, dalam bidang akademik Hafizh Anshori juga selalu meraih prestasi,” katanya.
Hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya dengan para pembimbing, menurut Ustaz Fakhruddin, program ini berjalan dengan baik dan semangat peserta untuk mengikutinya cukup tinggi.
“Karena itu, pihak pesantren akan menambah jumlah pembimbing untuk bisa menampung lebih banyak lagi peserta pada tahun depan,” pungkas Ustaz Fakhruddin. (jal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nyerahkan-penghargaan-kepada-hafizh-anshor.jpg)