Breaking News:

Berita Banda Aceh

Sabu-sabu 133 Kg yang Diamankan di Aceh Timur Rencana Dibawa ke Medan dan Palembang

Kasus itu terungkap setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan menangkap B alias Dedek di rumahnya di Desa Lhok Dalam Kecamatan

Penulis: Subur Dani | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar didampingi Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Agus Kurniady Sutisna, Dirresnarkoba, Kombes Pol Ade Sapari, Kabid Humas, Kombes Pol Winardy, Kapolres Aceh Timur, AKBP Mahmud Hari Sandy, menjawab pertanyaan media seusai konferensi pers di Mapolda Aceh, Senin (6/13/2021). 

Kasus itu terungkap setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan menangkap B alias Dedek di rumahnya di Desa Lhok Dalam Kecamatan

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Setelah minggu lalu Ditresnarkoba menggagalkan peredaran 100 kg sabu-sabu di Aceh Tamiang, Jumat (3/12/2021) lalu, tim kembali melakukan hal yang sama.

Kali ini, Ditresnarkoba bekerjasama dengan Satresnarkoba Polres Aceh Timur berhasil mengagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan jumlah sedikit lebih besar, yakni sebanyak 133 kg.

Kasus itu terungkap setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan menangkap B alias Dedek di rumahnya di di Desa Lhok Dalam Kecamatan Peureulak Aceh Timur pada Jumat (3/12/2021).

"Kemudian tim menemukan 60 bungkusan teh China yang berisikan kristal putih yang dipastikan sabu-sabu di dalam mobil. Tim juga menemukan 4 karung goni lainnya di dalam rumah yang berisi 73 bungkusan teh China yang berisi sabu-sabu," kata Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Senin (6/12/2021).

Baca juga: Kapolda Perintah Copot 4 Penyidik Polres Bener Meriah, Terkait Kasus Dugaan Aniaya Tahanan

Baca juga: Bupati Aceh Singkil Evaluasi Kinerja Anak Buahnya

Kapolda mengatakan, tersangka yang berhasil ditangkap dalam kasus itu baru saru orang, yakni B yang berperan sebagai penerima barang. Sementara dua orang lainnya masuk DPO Polda Aceh dan Polres Aceh Timur.

"Barang ini milik si DPO, itu mobil yang kita temukan berisi barang itu milik si DPO," kata Ahmad Haydar.

Kapolda didampingi Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Agus Kurniady Sutisna, juga menyebutkan, kasus sabu-sabu yang berhasil diungkap ini adalah salah satu jaringan internasional.

Namun, kata Ahmad Haydar, kasus 133 kg ini tidak ada kaitan dengan kasus 100 kg di Aceh Tamiang beberapa waktu lalu.

Barang haram itu kata Haydar, hendak dibawa ke Medan dan Palembang.
"Ini jaringan internasional,  barang itu berasal dari Malaysia, luar Aceh. Rencana akan didistribusikan ke Medan dan Palembang namun kami dapat menghalang," pungkas Kapolda.

Selain Kapolda Aceh, konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolda Aceh dihadiri oleh Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Agus Kurniady Sutisna, Dirresnarkoba, Kombes Pol Ade Sapari, Kabid Humas, Kombes Pol Winardy, Kapolres Aceh Timur, AKBP Mahmud Hari Sandy, dan sejumlah personel lainnya.(*)

Baca juga: Jalan Menikung, Supra X Hantam Tembok di Gunung Batu Itam, Satu Orang Meninggal Dunia

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved