Delapan Rumah Warga Terbakar

Peristiwa kebakaran hingga menyebabkan delapan rumah warga hangus terjadi di Kota Langsa, dan Pidie

Editor: bakri
Serambinews.com/Zubir
Rumah warga di Gang Asrama Guru PB Tunong terbakar. Petugas dan masyarakat sedang melakukan pemadaman. 

LANGSA - Peristiwa kebakaran hingga menyebabkan delapan rumah warga hangus terjadi di Kota Langsa, dan Pidie.

Di Dusun Bahagia, Gang Asrama Guru, Gampong PB Tunong, Kecamatan Langsa Baro membuat enam unit rumah ludes terbakar, Rabu (8/12/2021).

Dari informasi, api pertama kali muncul dari rumah Saiful.

Dalam hitungan menit, api lalu menjalar cepat kelima rumah warga lainnya yang berada bergandengan dengan rumah Saiful.

Adapun rumah lain yang terbakar yaitu rumah milik Ibu Sur, Jamal, rumah orang tua Rubian Harja (anggota DPRK Langsa), Bu Asma, dan Pak Acon.

Sementara itu, mobil pemadam kesulitan menerobos lokasi kebakaran karena terhalang ratusan masyarakat yang datang berkerumun di jalan, untuk melihat insiden kebakaran.

"Mobil petugas terkendala menerobos lokasi, karena sebagian besar warga berekeruman di jalan," ujar Kalak BPBD Kota Langsa, Nursal Sahputra.

Menurut Nursal, seharusnya warga yang tidak ikut membantu atau tidak berkepentingan tidak menggangu petugas yang melakukan pemadaman.

Apalagi, mobil tangki dan mobil damkar harus bolak balik di lokasi untuk menyiramkan air guna memadamkan api di rumah para korban yang terbakar ini.

Tersambar Rumah Warga Sementara itu, gudang gas elpiji 3 kg milik Anwar (48) warga Gampong Kampong Asan, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie, Rabu (8/12/2021) sekitar pukul 08.00 WIB, dilahap si jago merah.

Api yang membakar gudang dengan cepat menyambar dapur rumah milik Rizaldi (48) sepupu dari Anwar dan rumah berkontruksi kayu milik Zakaria Hamzah.

Baca juga: 8 Damkar Dikerahkan ke Lokasi Kebakaran di Langsa, Kerumunan Warga Menonton Sulitkan Petugas Bekerja

Baca juga: Api Hanguskan Lahan Gambut di Aceh Barat, Puluhan Personel Berjibaku Atasi Kebakaran

Baca juga: Kebakaran di Sultan Daulat Diduga Akibat Kompor Meledak, Saksi Mata Langsung Hubungi Anggota Damkar

Kebakaran itu tidak menimbulkan korban jiwa, kecuali harta benda.

" Kita belum mengetahui sumber api yang awalnya membakar gudang gas elpiji 3 kg.

Tapi, saat kebakaran terjadi tidak menimbulkan suara.

Baca juga: VIDEO Kebakaran Hebat Hanguskan 7 Rumah di Subulussalam, 2 Unit Rusak Ringan

Baca juga: PMI Lhokseumawe Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran KP-3

Baca juga: Bayi 4 Bulan Meninggal dalam Kebakaran Rumah di OKI, Sang Ibu Menangis Tak Bisa Selamatkan Buah Hati

Apakah gas kosong kita tidak mengetahuinya," kata Keuchik Gampong Kampong Asan, Marzuki kepada Serambi, Rabu (8/12/2021).

Ia menjelaskan, api yang membakar gudang gas elpiji 3 kg ikut menyambar dua rumah warga yang letaknya berdekatan.

Adalah rumah Rizaldi yang terbakar hanya bagian dapur.

Lalu, rumah berkonstrusi kayu atau rumah Aceh, yang disambar api di bagian bawah.

Camat Kembang Tanjong, Zubir SE, kepada Serambi, Rabu (8/12/2021) menyebutkan, saat kebakaran hebat terjadi, 15 menit kemudian, tiga unit armada pemadam tiba di lokasi.

Petugas berjibaku memadamkan api yang berhasil dilakukan.

Sehingga api tidak menyambar ke banyak rumah, sebab lokasi itu padat penduduk.

Baca juga: Korban Kebakaran KP-3 Lhokseumawe tak Tempati Tenda Darurat, Menumpang di Rumah Tetangga

Baca juga: MDMC dan Lazismu Lhokseumawe Salur Bantuan untuk Korban Kebakaran KP-3

Baca juga: Ekses Kebakaran di KP-3 Lhokseumawe, Sekitar 100 Jiwa Mengungsi, Begini Kondisi Korban

" Anwar yang mengalami musibah kebakaran menanggung 5 keluarga dan Rizaldi 4 keluarga," jelasnya.

Dikatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.(zb/naz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved